Herdiana, Yayan (2026) Implementasi kurikulum muadalah berbasis kearifan lokal dalam membentuk karakter religius dan kedisiplinan: Penelitian di Pesantren Muadalah Miftahul Huda Manonjaya Tasikmalaya dan Pesantren Muadalah Al-Ikhlash Kuningan. Doktoral thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
1_cover.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text (BEBAS PLAGIARISM)
3_skbebasplagiarism.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
4_daftarisi.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
5_bab1.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
||
|
Text (BAB III)
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text (BAB IV)
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
||
|
Text (BAB V)
9_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
10_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
11_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (7MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketegangan antara standardisasi pendidikan nasional dan otonomi kurikulum pesantren muadalah, khususnya ketika nilai-nilai kearifan lokal diintegrasikan dalam pembentukan karakter santri. Meskipun kajian mengenai legalitas dan pengembangan kurikulum muadalah telah berkembang, mekanisme integrasi nilai lokal dalam perancangan, pelaksanaan, evaluasi, dan pembentukan karakter pada pesantren dengan tradisi berbeda belum dijelaskan secara memadai. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan implementasi kurikulum muadalah berbasis kearifan lokal serta kontribusinya terhadap karakter religius dan kedisiplinan santri di Pesantren Miftahul Huda Manonjaya Tasikmalaya dan Pesantren Al-Ikhlash Kuningan. Penelitian menggunakan studi kasus multisitus dengan paradigma interpretivis. Data diperoleh melalui wawancara semi- terstruktur, observasi partisipatif, studi dokumen, dan catatan lapangan terhadap pimpinan, pengelola kurikulum, guru, santri, alumni, dan orang tua. Data dianalisis melalui analisis tematik dalam masing-masing kasus dan sintesis lintas kasus, disertai triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kedua pesantren menegosiasikan regulasi muadalah dengan tradisi keilmuan dan budaya institusionalnya; (2) Miftahul Huda menonjolkan pembinaan spiritual melalui kitab kuning, keteladanan, dan adab, sedangkan Al-Ikhlash menonjolkan tata kehidupan asrama, bahasa, tanggung jawab, dan disiplin organisasi; (3) nilai lokal bekerja bukan sebagai materi tambahan, melainkan sebagai medium pembelajaran, pembiasaan, keteladanan, dan partisipasi sosial; dan (4) bukti lintas sumber mengindikasikan kontribusi positif terhadap kebiasaan religius dan disiplin, meskipun penelitian tidak dimaksudkan membuktikan efektivitas secara kausal. Penelitian mengusulkan model konseptual Kurikulum Muadalah Kultural-Spiritual yang menjelaskan hubungan konteks pesantren, integrasi nilai, enactment kurikulum, internalisasi, dan pembentukan karakter. Model ini bersifat kontekstual dan memerlukan pengujian lebih lanjut pada pesantren lain.
| Item Type: | Thesis (Doktoral) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kurikulum; Kearifan Lokal; Karakter |
| Subjects: | Differential and Developmental Psychology > Character Development Islam > Islamic Religious Education |
| Divisions: | Pascasarjana Program Doktor > Program Studi Pendidikan Islam > Konsentrasi Ilmu Pendidikan Islam |
| Depositing User: | Ilham Nurfauzi |
| Date Deposited: | 03 Sep 2026 06:15 |
| Last Modified: | 03 Sep 2026 06:44 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/141077 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



