Hidayat, Agi Attaubah (2026) Pengembangan Hukum Kontrak terhadap Kontrak Cerdas (Smart Contracts) dalam transaksi Digital di Indonesia. Masters thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
Cover.pdf Download (652kB) | Preview |
|
|
Text
Abstrak.pdf Download (726kB) | Preview |
|
|
Text
Surat Bebas Plagiarism.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
Daftar Isi.pdf Download (453kB) | Preview |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (4MB) | Preview |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
||
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (4MB) |
||
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (537kB) |
||
|
Text
Daftar Pustaka.pdf Restricted to Repository staff only Download (663kB) |
Abstract
Integrasi kontrak cerdas yang bersifat immutable memicu ketegangan yuridis terhadap syarat sah perjanjian menurut Pasal 1320 KUHPerdata. Benturan norma teridentifikasi pada mandulnya fitur pembatalan UU ITE serta intervensi hakim menurut Pasal 1338 dan 1266 KUHPerdata akibat eksekusi instan. Kekosongan hukum juga mencakup aspek kualitas kehendak, kecakapan digital, liabilitas oracle, dan remedi pihak pseudonim. Kondisi ini menyingkap tantangan utama berupa ketidakcukupan perlindungan dan pemulihan hukum. Penelitian bertujuan menganalisis karakteristik dan mekanisme Smart Contract dalam transaksi digital, mengevaluasi kapasitas akomodatif hukum kontrak Indonesia dalam merespons berbagai tantangan dan kesenjangan hukum yang dihadirkan oleh penggunaan Smart Contract, dan menganalisis pengembangan hukum kontrak dalam mengakomodasi keberadaan dan dinamika Smart Contract di Indonesia. Kerangka berpikir dibangun tiga tingkat: sociological jurisprudence Pound, hukum responsif Nonet dan Selznick, serta teori pembentukan kesepakatan dan teori kontrak relasional Macneil. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan metode deskriptif-analitis, menggunakan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif, dengan bahan hukum yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara silogistik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kontrak cerdas bukanlah jenis perjanjian baru, melainkan sarana pelaksanaan perjanjian yang berkedudukan sebagai Agen Elektronik, dengan konsekuensi yuridis berupa hilangnya jeda waktu antara kesepakatan dan eksekusi. Kapasitas akomodatif hukum kontrak Indonesia saat ini teridentifikasi bersifat asimetris: memadai pada lapisan keabsahan melalui penafsiran Pasal 1320 KUHPerdata, namun tidak memadai pada lapisan perlindungan dan remedi bagi para pihak. Atas dasar itu, pengembangan hukum diusulkan melalui jalur statuter bertahap dengan merujuk pada model Swiss, yang mencakup kewajiban penjelasan, dimensi kecakapan digital, liabilitas berjenjang, dan arbitrase blockchain. Sebagai kontribusi teoretis, penelitian ini merumuskan Teori Akomodasi Asimetris yang menegaskan bahwa arah pembaruan hukum kontrak terhadap teknologi otonom harus bergeser dari sekadar pengakuan keabsahan menuju penguatan perlindungan, serta beralih dari kerja korektif ex-post menjadi pengamanan sistemik yang bersifat ex-ante.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hukum Kontrak; Kontrak Cerdas (Smart Contracts); Transaksi Digital |
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Pascasarjana Program Magister > Program Studi Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Agi Attaubah Hidayat |
| Date Deposited: | 04 Sep 2026 07:55 |
| Last Modified: | 04 Sep 2026 07:55 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/141184 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



