Azzahrani, Azziliyan and Nurhayani, Neng Yani and Rachmat, Dian (2026) Jaminan psikologis saksi anak dibawah umur dalam pemeriksaan tindak pidana KDRT ditinjau dari Undang – Undang 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak. GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan, 13 (7 Juli). pp. 1-14. ISSN ISSN: 2406-8721 (Media Cetak) dan ISSN: 2406-8985 (Media Online) Volume 13 Nomor 7 Juli 2026
|
Text
1016-Article Text-5365-1-10-20260628.pdf Download (453kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini membahas jaminan psikologis terhadap saksi anak di bawah umur dalam pemeriksaan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ditinjau dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak,khususnya Pasal 90. Anak sebagai saksi memiliki kerentanan terhadap tekanan dan trauma selama proses pemeriksaan, sehingga membutuhkan perlindungan dan pendampingan khusus. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif denganpendekatan perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan psikologis anak dapat dilakukan melalui pemeriksaan yang ramah anak, pendampingan, jaminan keselamatan, serta pemulihan kondisi psikis dan sosial sebagaimana semangat perlindungan dalam Pasal 90 UU SPPA. Perlindungan tersebut diperlukan untuk menjamin kepentingan terbaik bagi anak selama proses hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak psikologis yang dialami anak sebagai saksi dalam perkara KDRT serta mengkaji kesesuaian perlindungan hukum yang diberikan berdasarkan Undang- Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang- undangan dan pendekatan kasus terhadap Putusan Pengadilan Negeri Bale Bandung Nomor 783/Pid.Sus/2025/PN Blb. Data diperoleh dari bahan hukum primer dan sekunder yang dianalisis secara kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang memberikan kesaksian dalam perkara KDRT rentan mengalami trauma, kecemasan,stres pascatrauma, serta gangguan emosional dan sosial. Penelitian ini juga memiliki urgensi yang tinggi karena masih terbatasnya kajian yang secara khusus menghubungkan bagaimana perlindungan hukum diterapkan terhadap anak saksi dalam kasus KDRT dengan efek psikologis yang dialaminya. Sebagian besar penelitian sebelumnya hanyaberfokus pada aspek normatif perlindungan anak atau pada pembuktian tindak pidana semata-mata. Padahal, dalam sistem peradilan pidana kontemporer, menjaga hak anak termasuk menjaga kondisi psikologis anak.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Jaminan Psikologis; Saksi Anak; Anak di Bawah Umur; Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Sistem Peradilan Pidana Anak, Pasal 90 UU Nomor 11 Tahun 2012 |
| Subjects: | Criminal Law > Juvenile Courts |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Program Studi Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Azziliyan Azzahrani |
| Date Deposited: | 09 Sep 2026 03:38 |
| Last Modified: | 10 Sep 2026 04:39 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/141362 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



