Alpi Nurjani, Muhammad (2026) Batasan jarak pada salat jamak qashar menurut fatwa Dar Al-Ifta Mesir dan Muhammadiyah. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
1_Cover.pdf Download (172kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
2_Abstrak.pdf Download (198kB) | Preview |
|
|
Text (LEMBAR PERNYATAAN)
Lembar_Pernyataan.pdf Download (611kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
3_Daftar Isi.pdf Download (198kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
4_BAB I.pdf Download (582kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
5_BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (601kB) |
||
|
Text (BAB III)
6_BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (275kB) |
||
|
Text (BAB IV)
7_BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (686kB) |
||
|
Text (BAB V)
8_BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (226kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (249kB) |
Abstract
Perkembangan transportasi modern memunculkan perbedaan pandangan mengenai batas minimal safar untuk pelaksanaan salat jamak dan qashar. Dar Al-Ifta Mesir menetapkan batas berdasarkan pendapat jumhur ulama, sedangkan Muhammadiyah mendasarkan pada 'urf dan masyaqqah. Perbedaan tersebut menjadi dasar penelitian komparatif terhadap karakter ijtihad kedua lembaga fatwa. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk mengetahui pandangan fatwa Dar Al-Ifta Mesir mengenai batasan jarak minimal yang membolehkan pelaksanaan salat jamak dan qashar; (2) Untuk mengetahui pandangan fatwa Muhammadiyah mengenai batasan jarak minimal yang membolehkan pelaksanaan salat jamak dan qashar; (3) Untuk mengetahui analisis komparatif metodologi dan pertimbangan hukum pada fatwa Dar Al-Ifta Mesir dan fatwa Muhammadiyah terkait batasan jarak salat jamak dan qashar. Kerangka berpikir penelitian ini menggunakan Teori Taʿlil al-Ahkam, Taghayyur al-Ahkam, dan Maqasid Syariʿah sebagai landasan teoritis untuk menganalisis metodologi istinbaṭ hukum Dar Al-Ifta Mesir dan Muhammadiyah serta membandingkan persamaan dan perbedaan pendekatan yang digunakan oleh kedua lembaga tersebut. Metodologi penelitian ini menggunakan deskriptif analitis dengan pendekatan yuridis normatif dan jenis penelitian kualitatif melalui studi komparatif. Sumber data penelitian terdiri atas bahan hukum primer berupa fatwa resmi Dar Al-Ifta Mesir, keputusan Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, Al-Qur'an, hadis, serta literatur fikih klasik dan kontemporer. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan (library research), kemudian dianalisis untuk menemukan persamaan, perbedaan, dan argumentasi hukum yang digunakan oleh kedua lembaga fatwa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Dar Al-Ifta Mesir menetapkan batas minimal safar sekitar 81 kilometer berdasarkan pendapat jumhur ulama sebagai bentuk kepastian hukum; (2) Muhammadiyah tidak menetapkan batas jarak secara baku, melainkan mendasarkan status safar pada 'urf, masyaqqah, dan tujuan disyariatkannya rukhsah; serta (3) perbedaan keduanya terletak pada metode istinbat hukum, yaitu Dar Al-Ifta Mesir menggunakan pendekatan tekstual mazhabi, sedangkan Muhammadiyah menggunakan pendekatan kontekstual yang berorientasi pada maqashid syariah. Meskipun demikian, keduanya sama-sama bertujuan memberikan kemudahan bagi musafir sesuai prinsip syariat Islam.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | salat jamak; salat qashar; safar; Dar Al-Ifta Mesir; Muhammadiyah maqashid syariah. |
| Subjects: | Islam > Islamic Religious Education Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > Usul Fikih Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > Ibadah |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Program Studi Perbandingan Madzhab dan Hukum |
| Depositing User: | Muhammad Alpi Nurjani |
| Date Deposited: | 09 Sep 2026 08:04 |
| Last Modified: | 09 Sep 2026 08:27 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/141448 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




