Persona non grata sebagai alat retorsi: Tinjauan hukum internasional dan siyasah dauliyah atas konflik Rusia-As

Syahriza Putra, Bima Rahmadi and Pelita, Bobang Noorisnan and Amin, Muhammad (2026) Persona non grata sebagai alat retorsi: Tinjauan hukum internasional dan siyasah dauliyah atas konflik Rusia-As. QOSIM: Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 4 (4). pp. 6560-6572. ISSN e-ISSN 2987-713X

[img]
Preview
Text
11958+Persona+Non+Grata+Sebagai+Alat+Retorsi+Tinjauan+Hukum+Internasional+Dan+Siyasah+Dauliyah+Atas+Konflik+Rusia-As (1).pdf

Download (262kB) | Preview
Official URL: https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran...

Abstract

INDONESIA: Prinsip persona non grata (PNG) dalam Pasal 9 Konvensi Wina 1961 memberikan hak kedaulatan kepada negara penerima untuk menolak diplomat asing tanpa kewajiban menjelaskan alasan, namun dalam praktiknya mekanisme ini kerap digunakan sebagai alat retorsi, sebagaimana terlihat pada pola pengusiran massal dan simetris Rusia-Amerika Serikat pasca-2016. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaturan PNG dalam Konvensi Wina 1961, mengkaji legalitasnya sebagai tindakan retorsi menurut hukum internasional, serta menelaah praktik tersebut dari perspektif Siyasah Dauliyah. Menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan metode deskriptif analitis, didukung pendekatan konseptual dan komparatif, penelitian ini menganalisis 20 sumber pustaka—Konvensi Wina 1961, kitab yurisprudensi Islam klasik, dan literatur akademik pembanding—melalui teknik analisis isi kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pengusiran Rusia-AS secara formal sah berdasarkan Pasal 9, pola massal dan simetrisnya mencerminkan kecenderungan retorsi politis yang mengaburkan batas antara penegakan hukum dan kepentingan politik. Dari perspektif Siyasah Dauliyah, praktik ini berpadanan dengan konsep Aman/Dzimmah dan Naqdhi al-‘Ahd, yang harus dilandasi keadilan (al-‘adl), kemaslahatan umum (maslahah ‘ammah), dan perdamaian (ishlah). Praktik ini juga dapat dievaluasi melalui kaidah fiqhiyah Taṣarrufu al-imāmi ʿalā ar-raʿiyyati manūṭun bi al-maṣlaḥah, Darʾu al-mafāsidi muqaddamun ʿalā jalbi al-maṣāliḥ, dan Al-kharāju bi aḍ-ḍamān, yang mensyaratkan kebijakan negara berorientasi pada kemaslahatan umum dan menghindari mudarat yang lebih besar. Penelitian ini menawarkan kerangka integratif legalitas formal dan legitimasi moral-etis dalam kebijakan diplomatik, sebagai rujukan bagi negara-negara Muslim, termasuk Indonesia. ENGLISH: The persona non grata (PNG) principle under Article 9 of the 1961 Vienna Convention grants receiving states the sovereign right to reject a foreign diplomat without stating a reason, yet in practice this mechanism has increasingly been used as a tool of retorsion, as seen in the mass and symmetric expulsions between Russia and the United States since 2016. This study aims to analyze the regulation of PNG under the Vienna Convention, examine its legality as retorsion under international law, and assess the practice from the perspective of Siyasah Dauliyah. Using a normative juridical approach with a descriptive-analytical method, supported by conceptual and comparative approaches, this study analyzes twenty sources—the Vienna Convention, classical Islamic jurisprudential texts, and comparative literature—through qualitative content analysis. The findings show that although the Russia-US expulsions are formally lawful under Article 9, their mass and symmetric pattern reflects a tendency toward political retorsion, blurring the boundary between law enforcement and political interest. From the perspective of Siyasah Dauliyah, this practice parallels al-rasul (rejection of envoys), which must be grounded in justice (al-‘adl), public interest (maslahah ‘ammah), and reconciliation (ishlah). It can further be evaluated through the fiqh principles of tasharruful imam, dar’ul mafasid, and al-kharaj bi al-dhaman, which require that state policy serve the public good and avoid greater harm. This research offers an integrative framework of formal legality and moral legitimacy in diplomatic policy, serving as a reference for Muslim-majority states, including Indonesia.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Persona Non Grata; Konvensi Wina 1961; Retorsi; Siyasah Dauliyah; Diplomasi
Subjects: International Relations > Foreign Policy, International Politics
International Relations > International Conflict
International Relations > Diplomacy
International Relations > Foreign Relations of Specific Countries
Law
Law > Philosophy and Theory of Law
Law > Legal Systems
Law > Conflict of Law
International Law > Relations Between States
International Law > Disputes and Conflicts Between States
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Program Studi Hukum Ketatanegaraan dan Politik Islam (Siyasah)
Depositing User: Bima Rahmadi Syahriza Putra
Date Deposited: 09 Sep 2026 04:26
Last Modified: 09 Sep 2026 04:26
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/141552

Actions (login required)

View Item View Item