Pemberitaan sosial dan politik masyarakat Jawa Barat dalam rubrik Mang Ohle Harian Pikiran Rakyat (1996-2000)

Arsal, Muhammad Chairul (2026) Pemberitaan sosial dan politik masyarakat Jawa Barat dalam rubrik Mang Ohle Harian Pikiran Rakyat (1996-2000). Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text
1_cover.pdf

Download (299kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2_abstrak.pdf

Download (287kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3_skbebasplagiarism.pdf

Download (130kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4_daftarisi.pdf

Download (286kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5_bab1.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
6_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text
7_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB) | Request a copy
[img] Text
8_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (273kB) | Request a copy
[img] Text
9_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (407kB) | Request a copy
[img] Text
10_lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Rubrik Mang Ohle merupakan karakter visual yang menjadi saksi sejarah transformasi surat kabar Pikiran Rakyat, hubungan diantara keduanya tidak hanya dalam hal jati diri melainkan juga dalam perjalanan historisnya. Rubrik ini terbit setiap hari Sabtu dengan selalu ditempatkan di halaman utama koran, hal itu menunjukkan bahwa eksistensinya bukan hanya sekedar pelengkap, melainkan juga sebagai ikon utama Pikiran Rakyat itu sendiri. Keberlangsungan karakter Mang Ohle dirawat secara konsisten melalui regenerasi lima kartunis, yang diantaranya: Teddy M.D. (1957–1964), Soewardi Nataatmadja (1964–1982), T. Sutanto (1982–1984), Tata Essas (1984), dan Didin D. Basoeni (1984–2016). Dalam rentang waktu 1996-2000, rubrik Mang Ohle digambar oleh seorang kartunis bernama Didin D. Basoeni. Penelitian ini bertujuan untuk: Pertama, mengenalkan rubrik ini yang sebagai media perekam mentalitas masyarakat pada rentang waktu 1996-2000. Kedua, mengenalkan humor yang bukan sekedar hiburan melainkan juga sebagai strategi untuk tetap menyampaikan kritik dengan aman dan menarik. Ketiga, mengetahui ideologi rubrik ini. Keempat, penulis mencoba melakukan penulisan ulang sejarah berdasarkan fakta gambar yang didalamnya memuat suatu konteks atas peristiwa. Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode sejarah, yang diantaranya terdiri dari: heuristik, kritik (eksternal dan internal), interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rubrik Mang Ohle mulai menunjukkan eksistensinya pada tahun 1955 oleh seorang Pemimpin Redaksi bernama Sakti Alamsyah dan seorang kartunis dengan nama pena Teddy M.D dalam surat kabar Pikiran Rakjat bentukan Djamal Ali. Dalam perjalanannya, ia tetap bertahan saat institusi pers ini beralih menjadi Harian Umum Angkatan Bersendjata Edisi Djawa Barat / Pikiran Rakjat pada tahun 1966 yang berafiliasi dengan pihak militer. Meski hal itu tak berselang lama, karena di tahun 1967 institusi ini lepas dari pengaruh militer dan berganti nama menjadi Harian Umum Pikiran Rakyat. Pada rentang tahun 1996–2000, rubrik ini berhasil merekam pergeseran fakta mental masyarakat wong cilik di Jawa Barat yang berkenaan dengan isu sosial dan politik. Pemberitaan bidang sosial merekam jeritan perut dan strategi bertahan hidup masyarakat di tengah impitan ekonomi. Adapun pemberitaan bidang politiknya, merekam pergeseran sikap tiap tahunnya berkenaan dengan situasi dan kondisi yang terjadi di masa itu.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Mang Ohle; Pikiran Rakyat; Rubrik; Sejarah Mentalitas; Wong Cilik
Subjects: Civil Rights
Civil Rights > Citizen Participation
History, Events
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam
Depositing User: Muhammad Chairul Arsal
Date Deposited: 09 Sep 2026 07:48
Last Modified: 09 Sep 2026 07:48
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/141622

Actions (login required)

View Item View Item