saputra, Anjas (2026) Batasan akhir waktu shalat Isya menurut Madzhab Maliki dan Madzhab Syafi. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
1_cover.pdf Download (132kB) | Preview |
|
|
Text
2_abstrak.pdf Download (197kB) | Preview |
|
|
Text
Lembar pernyataan Anjas Saputra .pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
4_daftar isi.pdf Download (130kB) | Preview |
|
|
Text
5.Bab 1.pdf Download (425kB) | Preview |
|
|
Text
6_Bab 2.pdf Restricted to Registered users only Download (438kB) | Request a copy |
||
|
Text
7_Bab 3.pdf Restricted to Registered users only Download (226kB) | Request a copy |
||
|
Text
8_Bab 4.pdf Restricted to Registered users only Download (491kB) | Request a copy |
||
|
Text
9_Bab 5.pdf Restricted to Registered users only Download (229kB) | Request a copy |
||
|
Text
10_Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (195kB) | Request a copy |
||
|
Text
11_Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (165kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan pendapat di kalangan ulama fikih mengenai batas akhir waktu shalat isya, khususnya antara Madzhab Maliki dan Madzhab Syafi’I, serta fenomena keterlambatan pelaksanan Isya di kalangan masyarakat modern yang sering kali tidak mempertimbangan batas waktu ikhtiyar (utama) dan batas waktu darurat/jawaz. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapat Madzhab pendapat Madzhab Maliki dan Syafi’I mengenai batas akhir waktu shalat Isya, serta menganalisis teori istinbath hukum yang digunakan kedua madzhab tersebut dalam menetapkan batasan waktu shalat isya. Kerangka berpikir penelitian ini dibangun atas asumsi bahwa perbedaan pendapat kedua madzhab bukan merupakan kontradiksi dalam syari’at, melainkan konsekuensi metodologis dari perbedaan cara memahami dalil (istinbath), sehingga kedua madzhab dipandang sama-sama memiliki legistimasi normatif dalam kerangka hukum islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan dan metode pendekatan fiqh muqaran (perbandingan madzhab). Sumber data primer meliputi Al-Muwaththa’ karya Imam Malik bin Anas, Al-Mudawwanah al-Kubra, Al-Umm karya Imam asy-Syafi’I, Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab karya Imam an-Nawawi, serta Shahih muslim dan Shahih Bukhari. Sedangkan sumber data sekunder meliputi Bidayat al-Mujtahid wa Nihayat al-Muqtashid karya Ibnu Rusyd, Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu karya Wahbah az-Zuhaili. Data dikumpulkan melalui teknik studi pustaka, dokumentasi, dan penelusuran dalil, kemudia dianalisis secara deskriftif-analitis dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Madzhab Maliki berpendapat batas akhir waqt al-ikhtiyar shalat Isya sepertiga malam pertama, dengan dalil utama hadis Jibril yang bersifat dilalah fi’liyah, diperkuat prinsip ‘amal ahl al-Madinah dan Kaidah Sadd adz-dzari’ah. Sedangkan Madzhab Syafi’I berpendapat batas akhir waqt al-ikhtiyar adalah pertengahan malam, dengan dalil utama hadis Abdullah bin Amr bin Ash yang bersifat dilalah qauliyah sharihah. Perbedaan hasil akhir kedua Madzhab ini bersumber dari perbedaan struktur teori istinbath dan prioritas dilalah yang dianut masing-masing, bukan perbedaan validitas dalil.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Batas Akhir Waktu Isya; Madzhab Maliki; Madzhab Syafi’I; Istinbath Hukum; Fiqh Muqaran |
| Subjects: | Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan > Al-Qur'an dan Terjemahan dalam Bahasa Indonesia Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an Al-Hadits dan yang Berkaitan > Kumpulan Hadits Bukhari Al-Hadits dan yang Berkaitan > Kumpulan Hadits Muslim |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Program Studi Perbandingan Madzhab dan Hukum |
| Depositing User: | S.H Anjas Saputra |
| Date Deposited: | 10 Sep 2026 02:51 |
| Last Modified: | 10 Sep 2026 06:32 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/141640 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



