Nuur Fitriani, Annisaa (2024) Metode khitobah sirkular KH. Asep Rahmat pada majelis taklim di Masjid Jami' At-Taqwa Kota Bandung. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
C0VER.pdf Download (179kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (165kB) | Preview |
|
|
Text (BEBAS PLAGIARISM)
BEBAS PLAGIARISM.pdf Download (308kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI.pdf Download (187kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
BAB 1.pdf Download (380kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (346kB) |
||
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (303kB) |
||
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (167kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (192kB) |
Abstract
Dakwah merupakan setiap usaha atau aktivitas dengan lisan atau tulisan yang bersifat menyeru, mengajak, memanggil manusia lainnya untuk beriman kepada Allah SWT sesuai dengan garis akidah dan syariah serta akhlak Islamiyah. Salah satu bentuk dakwah adalah khitobah. Secara bahasa khitobah diartikan sebagai pengajaran, pembicaraan dan nasihat. Khitobah merupakan suatu upaya menimbulkan rasa ingin tahu terhadap orang lain terhadap suatu perkara yang berguna baginya, baik mengenai urusan dunia maupun akhirat. Salah satu media dari khitobah ialah majelis taklim. Secara istilah majelis taklim adalah lembaga pendidikan non formal Islam yang memiliki kurikulum sendiri atau aturan sendiri, yang diselenggarakan secara berkala atau teratur, yang diikuti oleh jamaah yang relative banyak. Tujuan penelitian ini yaitu : Pertama mengetahui cara penyampaian dan pendekatan dalam khitobah kepada jamaah. Kedua, untuk mengetahui bagaimana teknik komunikasi umpan balik yang terjadi pada majelis taklim di Masjid Jami’ At-Taqwa Kota Bandung. Penelitian ini mengacu pada dua teori, yaitu: Pertama, penggunaan teori komunikasi persuasif Carl Hovland yang mengatakan bahwa komunikasi dapat merubah sikap seseorang melalui aktivitas komunikasi. Kedua penggunaan teori komunikasi Sirkular Osgood dan schramm yang berbicara bahwa dalam berkomunikasi dapat dikatan efektif apabila adanya feedback melalui dialog antara pihak komunikator dan komunikan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif untuk mengungkapkan peritiwa ataupun fakta, keadaan yang terjadi selama penelitian ini berjalan. Teknik data yang dikumpulkan yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa penyampaian materi yang disampaikan oleh mubaligh KH. Asep Rahmat pada praktik nya dilihat dari cara penyampaian nya yaitu dengan ceramah menggunakan bahasa yang baik dan santun, penyajian tanya jawab, khitobah ta’tsiriah. Selain itu dalam praktiknya terdapat feedback dibuktikan dengan adanya dialog serius antara mubaligh dan jamaah guna mengetahui sejauh mana jamaah memahami materi yang disampaikan mubaligh. Berdasarkan penelitian, dapat diketahui bahwa KH. Asep Rahmat merupakan khotib yang sangat memperhatikan cara penyampaiannya dengan menggunakan bahasa yang baik dan santun. Selain itu pengadaan tanya jawab juga bertujuan untuk pemahaman jamaah agar tidak hanya sekedar menjadi pendengar.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Khitobah; Metode; Mubaligh; Majelis Taklim; Feedback |
| Subjects: | Islam > Da'wah Social Interaction, Interpersonal Relations > Verbal Communication Applied Physics > Communication Engineering |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | Annisaa Nuur Fitriani |
| Date Deposited: | 14 Sep 2026 04:23 |
| Last Modified: | 14 Sep 2026 04:23 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/141995 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



