Qolbah, Ira Nazhifatul (2024) Penafsiran ayat-ayat Al-qur'an tentang pengambilan harta orang lain secara ilegal dihubungkan dengan perampasan aset koruptor : Studi komparatif kitab tafsir al-misbah, al-azhar, ibnu katsir dan al-munir. Masters thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
1_cover.pdf Download (230kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf Download (242kB) | Preview |
|
|
Text (SK BEBAS PLAGIARISM)
3_skbebasplagiarism.pdf Download (535kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
4_daftarisi.pdf Download (203kB) | Preview |
|
|
Text (BAB 1)
5_bab1.pdf Download (384kB) | Preview |
|
|
Text (BAB 2)
6_bab2.pdf Download (505kB) | Preview |
|
|
Text (BAB 3)
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (346kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB 4)
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (855kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB 5)
9_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (252kB) | Request a copy |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
10_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (250kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini membahas penafsiran ayat-ayat Al-Qur'an terkait pengambilan harta orang lain secara ilegal, khususnya dalam konteks perampasan aset koruptor, berdasarkan pandangan Muhammad Quraish Shihab (Tafsir Al-Misbah), Hamka (Tafsir Al-Azhar), Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur'an al-'Azhim), dan Wahbah Zuhaili (Tafsir al-Munir). Fokus utama kajian ini adalah untuk memahami mekanisme perampasan aset dari pelaku korupsi serta bagaimana hubungan penafsiran para mufasir dengan tindakan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research mengupas secara konseptual tentang berbagai hal yang berkorelasi dengan korupsi dalam sudut pandang Al-Quran. Oleh karena itu, penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dan tematik melalui kajian pustaka yakni dengan cara menulis, mereduksi, dan menyajikan data serta menganalisanya, serta teori maqashid syariah dan jinayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para mufasir mendukung perampasan aset koruptor sebagai tindakan sah dalam Islam, sesuai dengan prinsip maqashid al-syariah, terutama perlindungan harta (hifz al-mal). Quraish Shihab menekankan pentingnya perampasan aset untuk mengembalikan keadilan dan melindungi masyarakat. Hamka melihat tindakan ini sebagai hukuman adil yang juga memulihkan hak-hak masyarakat. Ibnu Katsir menegaskan bahwa korupsi harus dihukum tegas untuk mencegah kerusakan lebih besar. Wahbah Zuhaili menekankan wewenang pemerintah dalam menegakkan keadilan dan mencegah kezaliman, termasuk melalui perampasan aset ilegal. Penafsiran ini memberikan dasar teologis kuat bagi kebijakan perampasan aset sebagai bagian dari penegakan hukum Islam, menegaskan bahwa tindakan tersebut diperlukan untuk menjaga keseimbangan dan stabilitas dalam masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Penafsiran Al-Quran; Perampasan Aset; Perlindungan Harta |
| Subjects: | Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an |
| Divisions: | Pascasarjana Program Doktor > Program Studi, Studi Agama Agama > Konsentrasi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Ira Nazhifatul Qolbah |
| Date Deposited: | 06 Oct 2026 05:26 |
| Last Modified: | 06 Oct 2026 05:26 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/143659 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




