Fauziah, N.D (2026) Gambaran sabar dalam proses penerimaan diri pada penyandang tunanetra di Sentra Wyata Guna Bandung. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
1_cover (1).pdf Download (162kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf Download (161kB) | Preview |
|
|
Text (SK BEBAS PLAGIASI)
3_sk bebas plagiasi.pdf Download (226kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
4_daftarisi.pdf Download (183kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
5_bab 1.pdf Download (325kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
6_bab 2.pdf Restricted to Registered users only Download (360kB) |
||
|
Text (BAB III)
7_bab 3.pdf Restricted to Registered users only Download (335kB) |
||
|
Text (BAB IV)
8_bab 4.pdf Restricted to Registered users only Download (471kB) |
||
|
Text (BAB V)
9_bab 5.pdf Restricted to Registered users only Download (253kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
10_daftar pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (237kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
11_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (774kB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengalaman penyandang tunanetra non-bawaan yang mengalami kehilangan fungsi penglihatan dan menghadapi berbagai perubahan dalam kehidupan, baik secara psikologis, sosial, maupun spiritual. Kehilangan penglihatan dapat menimbulkan respons seperti kesedihan, minder, kehilangan kepercayaan diri,keputusasaan, dan kesulitan dalam menerima kondisi diri. Dalam proses tersebut, sabar menjadi salah satu nilai spiritual yang dapat membantu individu menghadapi perubahan dan membangun kembali kehidupannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penerimaan diri, makna sabar, serta gambaran sabar dalam proses penerimaan diri pada penyandang tunanetra di Sentra Wyata Guna Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Informan penelitian berjumlah lima orang penyandang tunanetra non-bawaan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik untuk memperoleh pemahaman mengenai pengalaman subjektif informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penerimaan diri kelima informan berlangsung secara bertahap dan tidak selalu linear, melalui tahap guncangan psikologis, transisi, dan pencapaian penerimaan diri. Anton menunjukkan perubahan dari hilangnya kepercayaan diri menuju kemandirian dan keberanian berinteraksi melalui pelatihan keterampilan di Sentra Wyata Guna. Muhammad Irfan mengalami perkembangan penerimaan diri melalui keterampilan pijat dan kemandirian ekonomi, disertai perubahan orientasi hidup menuju ketenangan dan kedamaian. Ibu Siska menghadapi ketakutan dan rasa minder dengan memperkuat pendekatan spiritual melalui istigfar, salat, dan berserah diri kepada Allah. Gunawan mengembangkan kepercayaan diri dan kemandirian melalui pelatihan keterampilan, serta menunjukkan keterbukaan terhadap kritik dan introspeksi diri. Sementara itu, Krisna mengalami perubahan dari perasaan tidak berguna dan keputusasaan menuju penerimaan diri melalui dukungan sosial, keteladanan sesama tunanetra, serta pengendalian emosi. Dalam memaknai sabar, kelima informan menunjukkan pemahaman yang beragam, mulai dari menerima ketetapan Allah, bertahan menghadapi kesulitan, mengendalikan emosi, hingga melakukan usaha nyata untuk menjalani kehidupan secara mandiri. Dengan demikian, sabar tergambar sebagai proses yang melibatkan pemahaman terhadap ujian kehidupan (ilmu) dan perwujudannya dalam tindakan nyata (amal) selama proses penerimaan diri.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | sabar; penerimaan diri; penyandang tunanetra non-bawaan; fenomenologi; Sentra Wyata Guna Bandung |
| Subjects: | Islam Islam > Sufi Orders |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi |
| Depositing User: | Neng Dini Fauziah |
| Date Deposited: | 06 Oct 2026 03:19 |
| Last Modified: | 06 Oct 2026 03:19 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/143769 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




