Repository Institusi

Tinjauan hukum pidana Islam terhadap pelaku penyebaran konten asusila dalam grup fantasi sedarah di Facebook

Denisa, Elsa (2026) Tinjauan hukum pidana Islam terhadap pelaku penyebaran konten asusila dalam grup fantasi sedarah di Facebook. AL-SULTHANIYAH, 15 (2). pp. 421-433. ISSN P-ISSN: 2085-5966

[img]
Preview
Text
5243-Article Text-25409-1-10-20260727.pdf

Download (202kB) | Preview
Official URL: https://journal.iaisambas.ac.id/index.php/al-sulth...

Abstract

INDONESIA: Perkembangan media sosial telah memunculkan bentuk baru kejahatan seksual digital, salah satunya penyebaran konten asusila dalam grup "Fantasi Sedarah" di Facebook. Fenomena ini belum memiliki pengaturan khusus dalam Hukum Pidana Islam sehingga memerlukan kajian lebih dalam terhadap bentuk pertanggungjawaban dan konstruksi sanksinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualifikasi fenomena yang difokuskan kepada aspek pertanggungjawaban pidana pelaku serta formulasi sanksi dalam perspektif Hukum Pidana Islam. Metode penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan studi kasus dan konseptual Hukum Pidana Islam. Analisis dalam penelitian ini menggunakan teori al-mas'uliyyah al-jinayah serta teori uqubah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebaran konten asusila dalam grup tersebut merupakan perbuatan al-faḥisyah yang mengarah pada perbuatan zina dan dikualifikasikan sebagai jarimah ta'zir. Pelaku yang bertindak secara sengaja (al-'amdi) memenuhi unsur pertanggungjawaban pidana. Penelitian ini menawarkan konstruksi sanksi ta'zir yang bersifat kombinatif berupa pidana penjara, denda (gharamah), pembinaan moral, dan rehabilitasi, dengan pemberatan sanksi terhadap pelaku yang melibatkan anak. Hal ini dinilai lebih sesuai dengan tujuan syariat karena tidak hanya memberikan efek jera, tetapi juga melindungi kehormatan, keturunan, dan kemaslahatan masyarakat di era digital. INGGRIS: The rise of social media has spawned new forms of digital sexual crime, such as the dissemination of indecent content within the "Incest Fantasy" (Fantasi Sedarah) Facebook group. As this phenomenon is not specifically addressed in Islamic Criminal Law, it requires an examination of the nature of liability and the formulation of appropriate sanctions. This study aims to analyze the legal classification, the perpetrator's criminal liability, and the formulation of sanctions from the perspective of Islamic Criminal Law. It employs a normative-juridical research method, utilizing case study and conceptual approaches within the framework of Islamic Criminal Law. The analysis draws upon the theory of al-mas'uliyyah al-jinayah (criminal liability) and the concept of uqubah (sanctions) in Islamic Criminal Law. The findings indicate that disseminating indecent content in the group constitutes al-faḥisyah an act leading toward zina (illicit sexual intercourse) and is classified as a jarimah ta'zir (a discretionary crime). Perpetrators who act intentionally (al-'amdi) meet the criteria for criminal liability. The study proposes a combined ta'zir sanction framework comprising imprisonment, fines (gharamah), moral guidance, and rehabilitation, with aggravated penalties for perpetrators involving children. This approach is deemed more aligned with the objectives of Sharia, as it not only serves as a deterrent but also safeguards honor, lineage, and the public interest in the digital age.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Konten Asusila; Grup Fantasi Sedarah; Hukum Pidana Islam
Subjects: Criminal Law
Criminal Law > Crimes
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Program Studi Hukum Pidana Islam
Depositing User: Elsa Denisa
Date Deposited: 06 Oct 2026 04:18
Last Modified: 06 Oct 2026 04:18
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/143804

Actions (login required)

View Item View Item