Syindi, Syindi (2026) Etnomatematika Kain Tenun Suku Baduy sebagai sumber belajar pendekatan Deep Learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir geometri. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
1_Cover.pdf Download (181kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
2_Abstrak.pdf Download (179kB) | Preview |
|
|
Text (SUKET BEBAS PLAGIASI)
Surat keterangan cek plagiarisme.pdf Download (412kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
3_Daftar Isi (2).pdf Download (47kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
4_BAB I.pdf Download (636kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
5_BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text (BAB III)
6_BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (304kB) |
||
|
Text (BAB IV)
7_BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text (BAB V)
8_BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (137kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (222kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
Lampiran .pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menghadirkan matematika dalam konteks budaya yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Kain Tenun Baduy sebagai warisan budaya masyarakat Baduy tidak hanya memiliki nilai estetis dan adat, tetapi juga menyimpan keteraturan pola yang dapat dikaji melalui perspektif etnomatematika. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sejarah dan karakteristik kain Tenun Baduy, mengidentifikasi konsep etnomatematika pada motif kain, menganalisis bentuk serta transformasi geometri, dan mengkaji potensinya sebagai sumber belajar matematika melalui pendekatan Deep Learning dalam mendukung kemampuan berpikir geometri. Penelitian menggunakan metode kualitatif eksploratif dengan pendekatan etnografi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kain Tenun Baduy serta informasi dari informan yang memahami tradisi tersebut. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi menenun merupakan pengetahuan budaya yang diwariskan secara turun-temurun dan memiliki fungsi sosial, budaya, serta adat. Enam motif yang dikaji, yaitu Suat Samata, Janggarawi, Arros, Adu Muncang, Tajur Pinang, dan Suat Songket, memuat konsep persegi, persegi panjang, lingkaran, segitiga, belah ketupat, garis sejajar, serta transformasi berupa translasi, refleksi, rotasi, dan dilatasi. Temuan ini menunjukkan bahwa kain Tenun Baduy berpotensi menjadi sumber belajar geometri yang kontekstual, bermakna, dan berakar pada budaya. Kata kunci: etnomatematika, Tenun Baduy, geometri, transformasi geometri, Deep Learning.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | etnomatematika; Tenun Baduy; geometri; transformasi geometri; Deep Learning |
| Subjects: | Education and Research of History |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Program Studi Pendidikan Matematika |
| Depositing User: | SYINDI NOFITASARI |
| Date Deposited: | 06 Oct 2026 04:03 |
| Last Modified: | 07 Oct 2026 03:53 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/143813 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




