Rahman, Mena (2026) Proses resiliensi pada wanita dewasa awal penyintas Meningitis Tuberculosis. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
1_cover.pdf Download (152kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf Download (325kB) | Preview |
|
|
Text (SK BEBAS PLAGIARISM)
3_skbebasplagiarism.pdf Download (242kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
4_daftarisi.pdf Download (219kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
5_bab1.pdf Download (461kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (496kB) |
||
|
Text (BAB III)
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (287kB) |
||
|
Text (BAB IVBAB)
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (777kB) |
||
|
Text (BAB V)
9_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (328kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
10_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (444kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
11_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Meningitis tuberculosis merupakan penyakit yang tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis dan kehidupan sosial individu, sehingga individu perlu menghadapi perubahan dan keterbatasan selama pengobatan dan pemulihan. Dalam kondisi tersebut, resiliensi merupakan proses individu dalam menghadapi kesulitan, menyesuaikan diri, dan berkembang setelah mengalami situasi penuh tekanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses resiliensi pada wanita dewasa awal penyintas meningitis tuberculosis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian terdiri atas satu orang wanita dewasa awal penyintas meningitis tuberculosis dan satu orang significant other sebagai sumber data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses resiliensi AMR terutama berlangsung pada proses menghadapi adversitas (deal with adversity), mengatasi adversitas (overcome adversity), belajar dari adversitas (learn from adversity) dan mengalami transformasi akibat adversitas (be transformed by adversity). Pada proses menjalani masa sulit, AMR menghadapi kondisi kesehatan yang berat, keterbatasan fisik, ketergantungan terhadap orang lain, tuntutan pengobatan, dan tekanan emosional. Proses tersebut didukung oleh I Have berupa dukungan sosial yang diperoleh dari lingkungan terdekat, I Am berupa kekuatan dan sikap positif yang bersumber dari dalam diri individu, serta I Can berupa kemampuan mengelola emosi, berkomunikasi, meminta bantuan, menyesuaikan aktivitas, menyelesaikan masalah, dan mengambil keputusan. Pada proses belajar dari kesulitan, AMR mampu menerima keterbatasan, menyesuaikan diri, mempertahankan tujuan dan harapan hidup, serta kembali menjalankan peran sebagai ibu dan istri. AMR juga mampu menyelesaikan pendidikan magister, mengembangkan usaha, dan memberikan dukungan kepada penyintas lain berdasarkan pengalaman yang dilaluinya. Dengan demikian, proses resiliensi AMR berkembang melalui kemampuan menghadapi kesulitan, memanfaatkan dukungan, beradaptasi, memulihkan keberfungsian, dan memaknai pengalaman meningitis tuberculosis sebagai pembelajaran.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Resiliensi ; Wanita Dewasa Awal ; Penyintas ; Meningitis ; Tuberculosis ; |
| Subjects: | Differential and Developmental Psychology > Psychology of Adults |
| Divisions: | Fakultas Psikologi > Program Studi Psikologi |
| Depositing User: | Mena R Rahman |
| Date Deposited: | 15 Oct 2026 08:58 |
| Last Modified: | 16 Oct 2026 07:52 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/144234 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




