Yakub, Riki (2026) Penafsiran Kisah Ashabul Al-Jannatain dalam Tafsir Al-Azhar Karya Buya Hamka dan Relevansinya Pada Politik Indonesia. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
COVER.pdf Download (189kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
Abestrak.pdf Download (224kB) | Preview |
|
|
Text (SUKET BEBAS PLAGIASI)
1221030171 Riki Yakub - Surat Keterangan Lulus Cek Plagiarisme (1).pdf Download (227kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI.pdf Download (208kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Download (277kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (481kB) |
||
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (187kB) |
||
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (486kB) |
||
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (148kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (175kB) |
Abstract
Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui penafsiran Buya Hamka mengenai relevansi antara kisah Ashabul Al-Jannatain dengan Sosio-Politik Indonesia. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berbagai fenomena sosio-politik di Indonesia, seperti isu korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, kesombongan terhadap jabatan dan kesenjangan sosial. Kisah Ashabul Al-Jannatain dalam QS. Al-Kahfi ayat 28–44 merupakan salah satu kisah Al-Qur'an yang mengandung nilai-nilai moral, sosial, dan spiritual. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data primer penelitian adalah Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan sumber-sumber lain yang relevan dengan kajian tafsir, kisah Al-Qur'an, dan sosial-politik. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan metode tafsir tahlili untuk memahami penafsiran Hamka, dianalisis relevansinya dengan sosial-politik Indonesia. Ayat 28–31 menjadi landasan moral yang menjelaskan agar Rasulullah saw. tetap bersama orang-orang yang mengingat Allah dan tidak memandang kemuliaan berdasarkan harta, kedudukan, maupun status sosial. Ayat ini berkaitan dengan sikap pembesar Quraisy yang merendahkan kaum miskin, kebebasan memilih kebenaran beserta konsekuensinya, iman harus diwujudkan melalui amal baik. Kisah Ashabul Al-Jannatain pada ayat 32–44 menjelaskan perumpamaan dua orang dengan keadaan berbeda, salah satunya memiliki dua kebun yang subur dan kekayaan melimpah sehingga menjadi sombong, merasa lebih unggul, dan melupakan Allah sebagai pemberi nikmat. Sahabatnya mengingatkan agar ia tidak menyombongkan diri dan senantiasa mengakui kehendak Allah, tetapi peringatan tersebut diabaikan. Akhirnya, kedua kebunnya hancur dan ia mengalami penyesalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Buya Hamka menafsirkan kisah Ashabul Al-Jannatain sebagai perumpamaan tentang bahaya kesombongan, kufur nikmat, dan kecintaan yang berlebihan terhadap harta serta kekuasaan, sekaligus menegaskan pentingnya nilai syukur, qana'ah, tawakal, husnuzan, keikhlasan, amanah, keadilan, dan tanggung jawab sebagai seorang mukmin. Penafsiran ini berangkat dari sosio-historis masyarakat jahiliah yang menjadikan kekayaan dan kedudukan berdasarkan kekayaan, kedudukan, dan status sosial. Dalam Islam menegaskan bahwa kemuliaan sejati ditentukan oleh keimanan dan ketakwaan. Nilai ibrah tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan kondisi sosio-politik Indonesia, terutama sebagai landasan akhlak bagi para penyelenggara negara dalam menjalankan amanah, menghindari korupsi, penyalahgunaan wewenang, dan diskriminasi, serta membangun pemerintahan yang berintegritas, adil, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat. Dengan demikian, kisah Ashabul Al-Jannatain tidak hanya memiliki dimensi historis, tetapi juga menawarkan pedoman etis yang kontekstual bagi penguatan moral kepemimpinan dan kehidupan berbangsa sesuai dengan nilai-nilai Al-Qur'an.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Additional Information: | TIDAK ADA LAMPIRAN |
| Uncontrolled Keywords: | Ashābul Al-Jannatain; Buya Hamka; Sosio-Politik Indonesia |
| Subjects: | Islam > Islam and Social Sciences |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Riki Yakub |
| Date Deposited: | 22 Oct 2026 02:24 |
| Last Modified: | 22 Oct 2026 03:17 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/144547 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




