Alif Maulana, Moch (2026) Analisis perkawinan beda agama dalam perspektif Mazhab Syafi'i dan Mazhab Maliki. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
Cover.pdf Download (359kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf Download (325kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
Dartar isi.pdf Download (378kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Download (657kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (721kB) |
||
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (440kB) |
||
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (679kB) |
||
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (435kB) |
||
|
Text (DAPUS)
Dapus.pdf Restricted to Registered users only Download (328kB) |
||
|
Text (LEMBAR PERNYATAAN)
surat pernyataan.pdf Download (164kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya fenomena perkawinan beda agama,khususnya antara laki-laki Muslim dengan perempuan Ahli Kitab, akibat interaksi sosial lintas budaya dalam masyarakat plural. Perbedaan pendapat ulama mazhab dalam membatasi kategori Ahli Kitab memunculkan implikasi hukum yang berbeda terhadap keabsahan akad nikah, terutama antara mazhab Syafi'i dan mazhab Maliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep hukum perkawinan beda agama menurut kedua mazhab tersebut serta membandingkan implikasinya terhadap keabsahan akad nikah. Kerangka berpikir penelitian menggunakan teori fiqh muqaran untuk melihat dinamika ijtihad dan titik temu antar ulama, teori ushul fiqh untuk membongkar akar perbedaan Metodologis, pendekatan sadd al-dzari'ah yang dominan dalam istinbath mazhab Maliki dibandingkan dengan pendekatan tekstual nash pada mazhab Syafi'I serta teori sosiologi Hukum Islam untuk memahami interaksi hukum tersebut dalam realitas masyarakat plural.Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) yang bersifat deskriptif analitis dengan pendekatan normatif-komparatif, bersumber pada data kualitatif dari kitab-kitab fikih klasik, dengan sumber primer kitab Al-Umm karya Imam Syafi'i dan Al-Mudawwanah al-Kubra karya Imam Malik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mazhab Syafi'i membolehkan perkawinan Dengan perempuan Ahli Kitab merdeka secara terbatas, yakni hanya Yahudi dan Nasrani keturunan Bani Israil yang memeluk agama tersebut sebelum diutusnya Nabi Muhammad saw., dengan pendekatan tekstual yang ketat. Madzhab Maliki memuat dua pendapat, yaitu makruh mutlak terhadap perempuan Ahli Kitab, baik dzimmiyah maupun harbiyah, dengan kadar kemakruhan lebih besar pada harbiyah, bahkan dapat menjadi haram jika dikhawatirkan memengaruhi akidah anak, melalui pendekatan sadd al-dzari'ah. Perbedaan implikasi kedua mazhab terletak pada titik tekan kehati-hatian: Syafi'i menitikberatkan kejelasan nasab Ahli Kitab berdasarkan nash, sedangkan Maliki menitikberatkan kemaslahatan dan pencegahan mudarat bagi akidah keluarga. Kedua mazhab sepakat bahwa perkawinan perempuan Muslimah dengan laki-laki non-Muslim, baik Ahli Kitab maupun musyrik, adalah haram dan Kata Kunci: Perkawinan Beda Agama, Ahli Kitab, Madzhab Syafi’i, Madzhab Maliki, Fiqh Muqaran
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perkawinan Beda Agama; Ahli Kitab, Madzhab Syafi’i; Madzhab Maliki, Fiqh Muqaran |
| Subjects: | Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Program Studi Perbandingan Madzhab dan Hukum |
| Depositing User: | Moch. Alif Maulana |
| Date Deposited: | 23 Oct 2026 03:34 |
| Last Modified: | 23 Oct 2026 03:38 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/144556 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




