Hernawan, Tatang (2026) Perubahan perilaku makan owa jawa (Hylobates moloch) pralepasliar sebelum dan sesudah pemberian food enrichment di PRSPJ. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (Cover)
Cover.pdf Download (228kB) | Preview |
|
|
Text (Abstrak)
Abstrak.pdf Download (321kB) | Preview |
|
|
Text (SUKET BEBAS PLAGIASI)
bebas plagiarisme .pdf Download (4MB) | Preview |
|
|
Text (Daftar isi)
Daftar isi.pdf Download (295kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
Bab I.pdf Download (317kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
Bab II.pdf Restricted to Registered users only Download (542kB) |
||
|
Text (BAB III)
Bab III.pdf Restricted to Registered users only Download (656kB) |
||
|
Text (BAB IV)
Bab IV.pdf Restricted to Registered users only Download (354kB) |
||
|
Text (BAB V)
Bab V.pdf Restricted to Registered users only Download (299kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (297kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
Lampiran penelitian.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Owa Jawa (Hylobates moloch) merupakan primata endemik Pulau Jawa yang berstatus endangered, sehingga memerlukan program rehabilitasi untuk meningkatkan kesiapan sebelum dilepasliarkan ke habitat alaminya. Salah satu upaya rehabilitasi adalah pemberian food enrichment yang bertujuan menstimulasi perilaku makan alami, khususnya feeding dan foraging. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan perilaku makan setelah pemberian food enrichment pada Owa Jawa pralepas liar di Pusat Rehabilitasi Satwa Primata Jawa (PRSPJ) serta perannya dalam mendukung kesiapan pelepasliaran. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan teknik Focal Animal Sampling dan Ad libitum sampling pada dua individu Owa Jawa, yaitu Opak dan Padang. Data berupa durasi (menit/jam) dan frekuensi (kali/jam) perilaku makan diamati sebelum dan sesudah penerapan food enrichment, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa food enrichment meningkatkan perilaku foraging yang tidak muncul. Pada individu Opak, durasi feeding meningkat dari 7,29 menjadi 11,75 menit/jam dan foraging meningkat dari 0 menjadi 2,41 menit/jam, disertai penurunan durasi istirahat (18,54 menjadi 16,83 menit/jam), lokomosi (20,29 menjadi 17,50 menit/jam), dan grooming (3,25 menjadi 2,08 menit/jam). Pada individu Padang, durasi foraging meningkat dari 0 menjadi 1,75 menit/jam, sedangkan durasi feeding sedikit menurun dari 5,04 menjadi 4,83 menit/jam akibat pergeseran waktu menuju aktivitas pencarian pakan. Frekuensi feeding juga meningkat, yaitu dari 4 menjadi 5 kali/jam pada Opak dan dari 2 menjadi 3 kali/jam pada Padang, sementara foraging yang sebelumnya tidak teramati meningkat menjadi 2 kali/jam pada kedua individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa food enrichment efektif meningkatkan kompleksitas proses memperoleh pakan, menstimulasi perilaku foraging, serta mendukung kesiapan Owa Jawa pralepas liar untuk memperoleh pakan secara mandiri setelah dilepasliarkan.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | food enrichment; Owa Jawa; perilaku makan; rehabilitasi satwa |
| Subjects: | Ecology Ecology > Population Biology |
| Divisions: | Fakultas Sains dan Teknologi > Program Studi Biologi |
| Depositing User: | Tatang Hernawan |
| Date Deposited: | 27 Oct 2026 02:55 |
| Last Modified: | 27 Oct 2026 03:11 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/144650 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




