Amelia, Amelia (2026) Peran rida dalam membangun resiliensi orang tua dengan anak Cerebral Palsy: Studi deskriptif di Komunitas Keluarga Cerebral Palsy Bandung Raya, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Jawa Barat. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
1_cover.pdf Download (113kB) | Preview |
|
|
Text
2_abstrak.pdf Download (144kB) | Preview |
|
|
Text
3_skbebasplagiasi.pdf Download (227kB) | Preview |
|
|
Text
4_daftarisi.pdf Download (211kB) | Preview |
|
|
Text
5_bab1.pdf Download (343kB) | Preview |
|
|
Text
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (434kB) | Request a copy |
||
|
Text
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (274kB) | Request a copy |
||
|
Text
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (968kB) | Request a copy |
||
|
Text
9_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (157kB) | Request a copy |
||
|
Text
10_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (185kB) | Request a copy |
||
|
Text
11_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (776kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kompleksitas pengasuhan anak dengan cerebral palsy yang menempatkan orang tua, khususnya ibu sebagai pengasuh utama. Kondisi ini seringkali memunculkan tekanan, perasaan tidak siap, hingga kesulitan dalam menerima kondisi anak. Oleh karena itu, dibutuhkan kemampuan resiliensi agar orang tua mampu bertahan dan menyesuaikan diri dengan situasi yang dihadapi. Dalam konteks ini, rida sebagai salah satu maqām dalam tasawuf dipandang memiliki peran penting, karena berkaitan dengan sikap menerima ketetapan Allah Swt., dengan lapang dada. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika rida serta bagaimana perannya dalam membangun resiliensi orang tua dengan anak cerebral palsy di Komunitas Keluarga Cerebral Palsy Bandung Raya. Penelitian ini berangkat dari kerangka berpikir yang mengaitkan konsep resiliensi dengan rida. Resiliensi dipahami sebagai kemampuan individu dalam menghadapi tekanan, mengelola emosi, serta tetap berfungsi secara adaptif, sedangkan rida dimaknai sebagai sikap penerimaan terhadap ketentuan Allah Swt., yang disertai keikhlasan dan ketenangan. Keduanya dipandang saling berkaitan dalam membantu individu menghadapi situasi sulit, khususnya dalam pengasuhan anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah ibu dengan anak cerebral palsy dan tergabung dalam Komunitas Keluarga Cerebral Palsy Bandung Raya, yang dipilih menggunakan teknik purposive. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses menuju rida tidak berlangsung secara instan. Informan mengalami fase awal berupa penolakan, kebingungan, hingga kemarahan terhadap kondisi anak. Seiring berjalannya waktu, melalui pengalaman, serta dukungan dari lingkungan, informan mulai belajar menerima dan berdamai dengan keadaan. Rida yang terbentuk kemudian membantu informan menjadi lebih tenang, serta tetap menjalankan peran pengasuhan dengan penuh usaha. Selain itu, muncul pula keyakinan bahwa setiap usaha yang dilakukan memiliki makna, meskipun perubahan yang terjadi tidak selalu besar. Dengan demikian, rida tidak hanya menjadi bentuk penerimaan, tetapi juga menjadi kekuatan yang membantu terbentuknya resiliensi pada orang tua dengan anak cerebral palsy
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Cerebral Palsy; Resiliensi; Rida |
| Subjects: | Islam > Sufism Islam Umum > Islam dan Bidang Lainnya Education and Research of Literatures |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi |
| Depositing User: | Amelia Amelia |
| Date Deposited: | 19 May 2026 04:01 |
| Last Modified: | 19 May 2026 04:01 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/56438 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



