Aulia, Rini Shofa (2016) Perbandingan dosis serap pada kedalaman titik uji dibawah Dmax dengan menggunakan teknik SSD dan SAD berkas Foton 10 MV. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
1_cover.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf Download (2MB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
3_daftarisi.pdf Download (2MB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
4_bab1.pdf Download (4MB) | Preview |
|
Text (BAB II)
5_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (10MB) |
||
Text (BAB III)
6_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (5MB) |
||
Text (BAB IV)
7_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (6MB) |
||
Text (BAB V)
8_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
||
Text (DAFTAR PUSTAKA)
9_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
||
Text (LAMPIRAN)
10_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dosis serap yang mengenai organat risk (organ sensitif/kritis disekitar daerah kanker) pada kedalaman titik uji 6 cm dibawah D,~ dengan menggunakan teknik SSD dan SAD pada lapangan 10cm x10 cm. Pemberian dosis pada pesawat Linac ditentukan dengan teknik Source Surface Distance (SSD) menggunakan metode Precentage Depth Dose (PDD) dan teknik Source Axis Distance (SAD) menggunakan metode Tissue Phantom Ratio (TPR). Pengukuran relatif metode PDD dilakukan pada SSD 100 cm dan metode TPR pada SAD 100 cm mulai kedalaman 0 cm sampai 25 cm dengan menggunakan detektor semiflex PTW 31010 . Dari pengukuran relatif didapatkan pola kurva PDD dan persen TPR hampir sama pada daerah build up namun setelah mencapai D%a saling berjauhan. Sedangkan dari pengukuran absolut didapatkan besar dosis serap pada kedalaman maksimum sebesar 199,968 cGy menggunakan detektor farmer PTW 30013. Dari pengukuran relatif dan absolut dihasilkan dosis serap pada kedalaman titik uji untuk teknik SSD sebesar 173,5722 cGy lebih kecil dibandingkan teknik SAD yang mana diperoleh dosis serap sebesar 187,5988 cGy. Sehingga pada penelitian ini teknik SSD lebih baik dibandingkan dengan teknik SAD dalam pemberian dosis pada organ at risk.
Item Type: | Thesis (Sarjana) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Organ at risk; teknik SSD; teknik SAD; dosis serap; PDD; TPR |
Subjects: | Medicine and Health Medicine and Health > Medical Physics |
Divisions: | Fakultas Sains dan Teknologi > Program Studi Fisika |
Depositing User: | Library Agent |
Date Deposited: | 26 Jun 2024 03:30 |
Last Modified: | 26 Jun 2024 03:30 |
URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/88407 |
Actions (login required)
View Item |