Ferdiansyah, M Riko (2025) Analisis komoditas budaya dalam pagelaran organ tunggal: Studi kasus masyrakat Kecamatan Bongas Kabupaten Indramayu. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
COVER.pdf Download (197kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (286kB) | Preview |
|
|
Text (BEBAS PLAGIARISME)
PERNYATAAN BEBAS PLAGIARISME.pdf Download (310kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI.pdf Download (199kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Download (547kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (451kB) |
||
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (252kB) |
||
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (860kB) |
||
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (226kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (323kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (660kB) |
Abstract
Pagelaran organ tunggal di Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu, yang awalnya berakar pada kesenian tradisional seperti tarling, kini mengalami transformasi signifikan akibat pengaruh industrialisasi budaya. Perubahan ini memunculkan praktik komodifikasi di mana seni pertunjukan, khususnya peran biduan, dimodifikasi untuk memenuhi selera pasar melalui strategi visual, audio, dan interaksi langsung dengan penonton. Fenomena ini menimbulkan permasalahan sosial seperti objektifikasi tubuh perempuan, pelecehan dalam praktik saweran, serta pergeseran nilai budaya dari fungsi edukatif menjadi hiburan komersial. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap motif dan bentuk komodifikasi dalam industri budaya organ tunggal, menganalisis praktik fetisisme komoditas terhadap tubuh biduan, serta memahami dampak sosial dan kulturalnya terhadap masyarakat setempat. Fokus utama diarahkan pada hubungan antara pelaku hiburan, penonton, dan struktur sosial yang membentuk interaksi dalam pertunjukan. Kerangka berpikir penelitian ini berlandaskan teori industri budaya Adorno dan Horkheimer yang menjelaskan bagaimana hiburan diproduksi secara massal untuk memenuhi kebutuhan palsu masyarakat, serta konsep fetisisme komoditas Marx yang memandang tubuh dan seni sebagai objek bernilai tukar. Analisis juga memperhatikan pandangan Foucault mengenai relasi kuasa yang menyebar melalui praktik sosial, termasuk interaksi di panggung hiburan rakyat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam, observasi partisipatori, dan dokumentasi. Data diperoleh dari pelaku hiburan (pemilik usaha, biduan, musisi), penonton, tokoh agama, dan pemerintah setempat. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan yang disesuaikan dengan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komodifikasi dalam pagelaran organ tunggal terjadi melalui modifikasi bentuk pertunjukan yang menonjolkan daya tarik visual biduan dan interaksi langsung dengan penonton, sehingga meningkatkan nilai ekonomi melalui saweran. Meskipun memberikan kontribusi ekonomi lokal, fenomena ini memicu pergeseran nilai budaya, menguatkan relasi kuasa patriarkis, dan menurunkan fungsi edukatif seni pertunjukan rakyat.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Industri Budaya: Komoditas Budaya; Pagelaran Organ Tunggal |
| Subjects: | Culture and Institutions Customs of People |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Sosiologi |
| Depositing User: | riko ferdiansyah |
| Date Deposited: | 28 Jan 2026 07:20 |
| Last Modified: | 28 Jan 2026 07:20 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/127665 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



