Pratama, Arpani Yureza (2026) Implementasi fatwa DSN-MUI nomor 108/DSN-MUI/X/2016 terhadap pengelolaan objek wisata di Masjid Raya Bandung. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
1_cover (18).pdf Download (122kB) |
|
|
Text
2_abstrak (33).pdf Download (23kB) |
|
|
Text
3_plagiarism (1).pdf Download (44kB) |
|
|
Text
4_daftarisi.pdf Download (216kB) |
|
|
Text
5_bab1.pdf Download (323kB) |
|
|
Text
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (725kB) | Request a copy |
|
|
Text
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (215kB) | Request a copy |
|
|
Text
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (32kB) | Request a copy |
|
|
Text
9_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (202kB) | Request a copy |
|
|
Text
10_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Masjid Raya Bandung (MRB) mengintegrasikan fungsi ibadah dan wisata yang idealnya dikelola berdasarkan Fatwa DSN-MUI Nomor 108/DSN-MUI/X/2016. Namun, terdapat kesenjangan (gap) antara idealisme fatwa (das sollen) dan realitas (das sein) di lapangan, khususnya terkait jaminan halal dan adab publik yang berakar pada fragmentasi otoritas pengelolaan. Penelitian ini bertujuan untuk, (1) menganalisis mekanisme pengelolaan eksisting; (2) mendeskripsikan implementasi Fatwa DSN-MUI Nomor 108 terhadap mekanisme tersebut; dan (3) mengidentifikasi faktor pendukung serta penghambatnya. Kerangka berpikir penelitian menggunakan Hukum Ekonomi Syariah dan Maslahah Mursalah, dengan Fatwa DSN-MUI Nomor 108 sebagai pisau analisis untuk mengukur kesenjangan implementasi pada tata kelola eksisting. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan yuridis-empiris (socio-legal research). Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Nazir Wakaf, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan. Pertama, mekanisme pengelolaan terfragmentasi (fragmented authority) antara Nazir Wakaf (area internal) dan Pemkot Bandung (area eksternal). Kedua, implementasi fatwa belum terlaksana secara menyeluruh, sukses di internal namun tidak efektif di eksternal karena Pemkot menggunakan standar Perda (sipil) bukan Fatwa (syariah), menyebabkan ketiadaan jaminan halal. Ketiga, faktor pendukung utama adalah status ikonik MRB, sedangkan penghambatnya adalah dualisme otoritas dan gangguan keamanan (premanisme) yang memicu praktik gharar dan zhulm.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Occupational Ethics > Business Ethics Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > Muamalat, Muamalah/Hukum Perdata Islam |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Program Studi Muamalah |
| Depositing User: | Arpani Arpani Yureza Pratama Arpani |
| Date Deposited: | 23 Apr 2026 08:20 |
| Last Modified: | 24 Apr 2026 06:16 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/130321 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



