Approval seeking dalam praktik digital lifestyle di tiktok: Analisis etika moral Immanuel Kant

Nabila, Diffiyona Tri (2026) Approval seeking dalam praktik digital lifestyle di tiktok: Analisis etika moral Immanuel Kant. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (121kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (91kB) | Preview
[img]
Preview
Text (SK BEBAS PLAGIARISM)
3_skbebasplagiarism.pdf

Download (227kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
4_daftarisi.pdf

Download (98kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
5_bab1.pdf

Download (380kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
6_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (326kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
7_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (172kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
8_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (BAB 5)
9_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (172kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
10_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (248kB) | Request a copy

Abstract

Perkembangan teknologi digital melahirkan budaya digital lifestyle di platform TikTok yang memicu munculnya perilaku approval seeking, yakni kecenderungan individu menjadikan validasi eksternal berupa likes, komentar, dan views sebagai ukuran utama tindakannya. Algoritma For You Page TikTok secara aktif membentuk standar perilaku baru yang mendorong pengguna menampilkan citra sempurna dan mengikuti tren viral, sehingga keputusan bertindak tidak lagi bersumber dari pertimbangan rasional dan moral pribadi melainkan dari kalkulasi untuk menyenangkan audiens dan algoritma. Perilaku ini mengandung persoalan etis mendasar berupa ancaman serius terhadap otonomi moral dan martabat manusia sebagai makhluk rasional. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan karakteristik approval seeking di TikTok, menganalisis perilaku tersebut menggunakan konsep moral Immanuel Kant, serta merumuskan implikasi etis dari pelanggaran yang ditimbulkannya terhadap otonomi moral pengguna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan metode analisis filosofis melalui kerangka imperatif kategoris dan duties to oneself Kant. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan terhadap teks-teks primer Kant dan pengamatan digital terhadap konten TikTok secara sistematis dan non-partisipatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa approval seeking hadir dalam sembilan tipologi yang seluruhnya mencerminkan kondisi heteronomi moral. Sembilan tipologi tersebut melanggar imperatif kategoris melalui instrumentalisasi diri sendiri dan orang lain, serta melanggar duties to oneself baik dalam kategori perfect duties maupun imperfect duties. Implikasi etis yang dihasilkan mencakup krisis otentisitas dan melemahnya tanggung jawab moral individu melalui proses moral outsourcing kepada audiens dan algoritma. Penelitian ini menyimpulkan bahwa approval seeking bukan sekadar persoalan gaya hidup digital, melainkan gejala erosi moral yang berakar pada hilangnya otonomi diri. Rekonstruksi otonomi moral dimungkinkan melalui penerapan self mastery dan fortitudo moralis sebagaimana ditawarkan Kant sebagai fondasi kehidupan digital yang bermartabat.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Approval Seeking; Duties to oneself; Immanuel Kant; Imperatif Kategoris; Otonomi Moral; TikTok
Subjects: Ethics, Moral Philosophy
Ethics, Moral Philosophy > Philosopy and Theory of Ethics
Islam > Specific Moral Issues
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Program Studi Aqidah Filsafat
Depositing User: Diffiyona Tri Nabila
Date Deposited: 18 Jun 2026 07:27
Last Modified: 18 Jun 2026 07:27
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/132803

Actions (login required)

View Item View Item