Representasi realitas kehidupan pondok pesantren dalam tayangan Xpose Uncensored Trans7: Analisis framing model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki

Anggunistiani, Ananda (2026) Representasi realitas kehidupan pondok pesantren dalam tayangan Xpose Uncensored Trans7: Analisis framing model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
COVER.pdf

Download (96kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (172kB) | Preview
[img]
Preview
Text (KETERANGAN BEBAS PLAGIARISM)
KETERANGAN BEBAS PLAGIARISM.pdf

Download (445kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI.pdf

Download (329kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
BAB I (1).pdf

Download (419kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (918kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (857kB)
[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (115kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (216kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (315kB)

Abstract

Tayangan Xpose Uncensored Trans7 yang ditayangkan pada 13 Oktober 2025 memicu kontroversi setelah membingkai tradisi ta'dzim santri sebagai bentuk feodalisme dan eksploitasi, yang berujung pada sanksi penghentian sementara oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) karena dinilai melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran (SPS). Fenomena ini mencerminkan persoalan serius tentang bagaimana media massa merepresentasikan lembaga pendidikan Islam dengan mengabaikan konteks kultural dan filosofis yang melatarbelakanginya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi realitas kehidupan Pondok Pesantren dalam tayangan Xpose Uncensored Trans7 yang ditayangkan pada 13 Oktober 2025, yang memicu kontroversi luas setelah membingkai tradisi ta'dzim santri sebagai bentuk feodalisme dan eksploitasi hingga berujung pada sanksi penghentian sementara oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Secara spesifik, penelitian ini menganalisis alur penyajian, kelengkapan informasi (5W+1H), tema dan proposisi utama, serta penggunaan gaya bahasa, visualisasi, dan audio dalam membingkai kehidupan Pondok Pesantren menggunakan model analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki (1993). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing. Teori yang digunakan adalah analisis framing model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki (1993) yang membedah konstruksi realitas media melalui empat struktur, yakni sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tayangan Xpose Uncensored membangun frame dominan yang merepresentasikan pesantren sebagai institusi feodal dan eksploitatif. Struktur sintaksis menampilkan judul provokatif dengan pola eskalasi tiga segmen tanpa konteks memadai. Struktur skrip menunjukkan ketidaklengkapan informasi pada unsur why serta ketiadaan narasumber yang berimbang. Struktur tematik membangun tiga proposisi negatif secara kumulatif dengan mengabaikan nilai-nilai ta'dzim, barokah, dan khidmah dalam tradisi pesantren. Struktur retoris memadukan leksikon bermuatan negatif, teknik juxtaposition visual, pencahayaan suram, dan musik dramatis yang bekerja simultan. Ditinjau dari perspektif Komunikasi Media dalam Perspektif Islam, tayangan ini tidak memenuhi prinsip-prinsip tabayyun, al-tawazun, al-shidq, dan humanisasi, sehingga menghasilkan misrepresentation yang berpotensi menimbulkan stigmatisasi terhadap komunitas pesantren di Indonesia.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Representasi; Pondok Pesantren; Analisis Framing; Pan & Kosicki; Xpose Uncensored Trans7
Subjects: Islam
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: Ananda Anggunistiani
Date Deposited: 14 Jul 2026 06:24
Last Modified: 14 Jul 2026 06:30
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/135171

Actions (login required)

View Item View Item