Repository Institusi

Dakwah melalui kesenian tradisional: Studi tentang nilai-nilai keislaman dalam tradisi seni Obrog Wayang Orang di Indramayu

Ariska, Ayu (2026) Dakwah melalui kesenian tradisional: Studi tentang nilai-nilai keislaman dalam tradisi seni Obrog Wayang Orang di Indramayu. Masters thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (199kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (248kB) | Preview
[img]
Preview
Text (SK BEBAS PLAGIARISM)
3_skbebasplagiarism.pdf

Download (184kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
4_daftarisi.pdf

Download (193kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
5_bab1.pdf

Download (399kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
6_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (407kB)
[img] Text (BAB III)
7_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (344kB)
[img] Text (BAB IV)
8_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (BAB V)
9_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (154kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
10_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (210kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
11_lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan tradisi seni Obrog Wayang Orang di Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan dan pelestarian budaya, tetapi juga menjadi ruang penyampaian nilai-nilai keislaman melalui praktik kesenian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi dan ekspresi nilai-nilai keislaman oleh pelaku seni, proses nilai-nilai tersebut memperoleh pengakuan sebagai bagian dari realitas sosial masyarakat pendukung, serta pemahaman dan internalisasi nilai-nilai keislaman dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini menggunakan paradigma interpretif-konstruktivis dengan pendekatan kualitatif dan metode etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan pimpinan sanggar, dalang, pemain, tokoh agama, tokoh budaya, serta penonton dan masyarakat pendukung. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña, sedangkan interpretasi temuan menggunakan teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann melalui tiga momentum, yaitu eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai keislaman yang ditemukan terutama berkaitan dengan keimanan dan ketauhidan, mengingat Allah, berdoa, kesabaran, penghormatan kepada orang tua, gotong royong, dan tolong-menolong. Nilai-nilai tersebut diekspresikan melalui cerita, dialog, karakter dan perilaku tokoh, konflik, serta penyelesaian masalah dalam pertunjukan. Keberadaan nilai-nilai tersebut memperoleh pengakuan sosial melalui pengulangan pesan, penerimaan masyarakat, praktik kelompok seni, serta pemeliharaan dan pewarisan tradisi. Sementara itu, internalisasi tampak melalui pemahaman, pengingatan, dan pemaknaan masyarakat terhadap pesan-pesan keislaman sebagai penguat nilai dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi seni Obrog Wayang Orang dapat dimaknai sebagai salah satu ruang dakwah kultural yang memungkinkan penyampaian dan penguatan nilai-nilai keislaman melalui bahasa seni dan budaya yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Keberadaannya tidak menggantikan dakwah formal, tetapi melengkapinya melalui pendekatan kultural yang kontekstual.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: dakwah kultural; konstruksi sosial; nilai-nilai keislaman; Obrog Wayang Orang; etnografi
Subjects: Islam
Islam > Da'wah
Divisions: Pascasarjana Program Magister > Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: ayu ariska
Date Deposited: 05 Nov 2026 07:49
Last Modified: 05 Nov 2026 07:49
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/145106

Actions (login required)

View Item View Item