Religiusitas menak, kolonialisme, dan freemasonry: Studi pola keberagamaan elit priyayi sunda-freemason priangan, 1896-1942

Arifin, Faizal (2025) Religiusitas menak, kolonialisme, dan freemasonry: Studi pola keberagamaan elit priyayi sunda-freemason priangan, 1896-1942. Doktoral thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text
1_cover.pdf

Download (256kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2_abstrak.pdf

Download (315kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3_skbebasplagiarism.pdf

Download (463kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4_daftarisi.pdf

Download (309kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5_bab1.pdf

Download (458kB) | Preview
[img] Text
6_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (544kB) | Request a copy
[img] Text
7_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (468kB) | Request a copy
[img] Text
8_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB) | Request a copy
[img] Text
9_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (254kB) | Request a copy
[img] Text
10_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (330kB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini mengkaji relasi kaum ménak (elite priyayi Sunda) dengan Freemasonry, perkembangan gerakan ini, serta pola keberagamaan ménak di Priangan pada masa Kolonialisme Belanda. Freemasonry merupakan perkumpulan rahasia terbesar dan berpengaruh di dunia, yang eksklusif, elitis, sekuler, dan humanis. Freemasonry melalui Kolonialisme menyebar di wilayah koloni, termasuk Asia dan Hindia Belanda. Freemasonry mulai tersebar di Priangan sejak akhir abad 19, namun riset terdahulu mengenai Freemasonry di Priangan masih terbatas. Freemasonry melalui strategi dan propagandanya menarik elite pribumi ke dalam perkumpulan. Oleh karena itu, penting untuk menganalisis relasi ini terbentuk, penyebaran gerakan, dan memetakan pola religiusitas dari interaksi ménak-Freemasonry dalam kontestasi Kolonialisme. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu 1) Bagaimana relasi kaum ménak dengan Freemasonry di Priangan? 2) Bagaimana perkembangan Freemasonry sebagai gerakan sosial pada masa Kolonialisme? 3) Bagaimana pola religiusitas ménak anggota Freemasonry? Penelitian kualitatif ini menggunakan metode sejarah yang mencakup heuristik (pengumpulan data primer dan sekunder dari arsip kolonial, terbitan Freemasonry, dan media massa sezaman), kritik, interpretasi, dan historiografi. Untuk menjawab rumusan masalah, digunakan kerangka teori multidisipliner yang terdiri dari teori ranah, habitus, dan modal (Pierre Bourdieu) dan teori kerahasiaan (Georg Simmel) untuk menganalisis relasi; teori gerakan sosial (Quintan Wiktorowicz) untuk menganalisis perkembangan gerakan; dan lima dimensi religiusitas (Glock dan Stark) untuk membedah pola keberagamaan. Hasil penelitian ini menyimpulkan: Pertama, relasi antara kaum ménak dengan Freemasonry bersifat strategis dan didorong oleh logika kekuasaan. Loji Freemasonry berfungsi sebagai ranah (field) alternatif tempat kaum ménak mengakumulasi modal sosial (jaringan elite Eropa), kultural (pengetahuan Barat), dan simbolis (gengsi sebagai "pribumi tercerahkan"), di mana mekanisme kerahasiaan Masonik memperkuat eksklusivitas dan daya pikatnya. Kedua, perkembangan Freemasonry sebagai gerakan sosial didorong oleh strategi mobilisasi yang terorganisir, pembingkaian wacana yang efektif (menawarkan "Pencerahan" dari "kegelapan"), dan pemanfaatan peluang politik karena kedekatannya dengan struktur kekuasaan kolonial. Ketiga, pola religiusitas ménak-mason, dalam studi kasus R.A.A. Wiranatakusumah V, menunjukkan ketidakberhasilan sekularisasi. Analisis pada kelima dimensi religiusitas (keyakinan, praktik, pengetahuan, pengalaman, konsekuensi) membuktikan bahwa Wiranatakusumah tetap berpegang teguh pada fondasi Islam Modernis. Freemasonry baginya bukanlah agen pengubah keyakinan, melainkan sebuah ruang dan jaringan strategis untuk mengartikulasikan pemikiran keislaman dan modernitas.

Item Type: Thesis (Doktoral)
Additional Information: tidak ada lampiran
Uncontrolled Keywords: Freemasonry; Kolonialisme; Menak; Priyayi; Religiusitas; Gerakan Sosial
Subjects: Religious Experiences
Religious Ethics
Science and Religion
History of Asia
History of Asia > Period of European Exploration, 1480 - 1904
History of Southeast Asia
History of Southeast Asia > Period 1960 -1969
Divisions: Pascasarjana Program Doktor > Program Studi, Studi Agama Agama > Konsentrasi Religious Studies
Depositing User: Mr. Faizal Arifin
Date Deposited: 06 Jan 2026 01:21
Last Modified: 06 Jan 2026 02:02
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/127154

Actions (login required)

View Item View Item