Fadhilah, Muhammad Haikal (2025) Hubungan sikap Qana'ah dengan welas asih diri pada remaja: Studi di pondok pesantren Al-Basyariyah 3 Arjasari kabupaten Bandung. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
1_cover.pdf Download (132kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf Download (168kB) | Preview |
|
|
Text (SK BEBAS PLAGIARISM)
3_skbebasplagiarism.pdf Download (267kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
4_daftarisi.pdf Download (157kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
5_bab1.pdf Download (236kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (328kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB III)
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (249kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB IV)
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (250kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB V)
9_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (173kB) | Request a copy |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
10_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (185kB) | Request a copy |
||
|
Text (LAMPIRAN)
11_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (739kB) | Request a copy |
Abstract
Masa remaja di lingkungan pesantren menghadirkan tantangan psikologis yang unik, seperti tekanan teman sebaya yang intens akibat kehidupan komunal tanpa gawai dan krisis identitas. Untuk menghadapi tantangan tersebut, diperlukan sumber daya internal yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sikap qanā’ah dengan welas asih diri (Self-Compassion) pada remaja santri di Pondok Pesantren Al-Basyariyah 3 Arjasari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 100 santri remaja berusia 13-19 tahun yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Qana’ah yang mengacu pada teori Buya Hamka dan Skala Welas Asih Diri yang mengacu pada teori Kristin Neff. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas santri memiliki sikap qanā’ah pada kategori tinggi (73%) dan welas asih diri pada kategori sedang (60%). Hasil uji hipotesis menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara sikap qanā’ah dengan welas asih diri, dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,593 dan nilai signifikansi (p) 0,000 (p < 0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi sikap qanā’ah yang dimiliki santri, maka semakin tinggi pula tingkat welas asih diri mereka. Temuan ini menyarankan pentingnya penguatan nilai-nilai sufistik qanā’ah sebagai fondasi kesehatan mental remaja di pesantren.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Qana’ah; Self-Compassion; Remaja Santri; Pondok Pesantren |
| Subjects: | Psychology Psychology > Education of Psychology Islam > Sufism Islam > Islamic Religious Education |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi |
| Depositing User: | Muhammad Haikal Fadhilah |
| Date Deposited: | 05 Feb 2026 07:50 |
| Last Modified: | 05 Feb 2026 07:50 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/127854 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



