Karom, Muhamad Noval (2026) Retorika pidato Prabowo Subianto: Analisis pidato presiden pada pembukaan Kongres XVIII Muslimat Nahdlatul Ulama 2025 di Surabaya. Masters thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
COVER.pdf Download (229kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (287kB) | Preview |
|
|
Text (SK PLAGIASI)
SK PLAGIASI.pdf Download (196kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI.pdf Download (257kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
BAB 1.pdf Download (308kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
||
|
Text (BAB III)
BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (463kB) |
||
|
Text (BAB IV)
BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (559kB) |
||
|
Text (BAB V)
BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (218kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (303kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (746kB) |
Abstract
Penelitian ini membahas retorika pidato Presiden Prabowo Subianto pada Pembukaan Kongres XVIII Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Tahun 2025 di Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur retorika pidato berdasarkan teori Corax yang meliputi poem, diegesis, agon, diregsio, dan peroratio, serta memperdalam makna tanda-tanda dominan dalam pidato melalui teori Aristoteles berupa ethos, pathos dan logos. Objek penelitian berupa pidato resmi Presiden yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, dengan data berupa rekaman video dan transkrip pidato. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi kualitatif, sedangkan teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada bagian poem, Prabowo membangun ethos melalui salam, muqaddimah, dan penghormatan kepada audiens. Pada bagian diegesis, ia mengembangkan narasi keibuan, tradisi, dan memori kebangsaan untuk membangun kedekatan emosional dengan Muslimat Nahdlatul Ulama. Pada bagian agon, pidato menampilkan argumentasi tentang keadilan, kejujuran, dan keberpihakan kepada rakyat. Pada bagian diregsio, pidato dipertegas dengan kritik terhadap proseduralisme dan dorongan pada kerja nyata. Adapun pada bagian peroratio, pidato ditutup dengan penegasan supremasi hukum, komitmen moral, dan citra kepemimpinan yang tegas. Dari perspektif Aristoteles, tanda-tanda seperti ibu, rakyat, hukum, dan keadilan berfungsi sebagai simbol, sedangkan ungkapan seperti jalan rusak, sekolah rusak, dan orang lapar bekerja sebagai ikon dan indeks yang memperkuat daya persuasi pidato. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pidato Prabowo Subianto terletak pada keterpaduan antara struktur retorika yang tertata dan penggunaan tanda-tanda yang kuat secara semiotik. Pidato tersebut tidak hanya efektif sebagai komunikasi politik, tetapi juga sebagai komunikasi simbolik yang menyesuaikan diri dengan karakter religius, kultural, dan sosial audiens Muslimat Nahdlatul Ulama.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Retorika Pidato; Prabowo Subianto; Corax; Aristoteles; Muslimat Nahdlatul Ulama |
| Subjects: | Systems > Theory of Communication and Control Social Interaction, Interpersonal Relations Social Interaction, Interpersonal Relations > Communication Social Interaction, Interpersonal Relations > Nonverbal Communication Social Interaction, Interpersonal Relations > Verbal Communication Social Interaction, Interpersonal Relations > Media of Communication, Mass Media Social Interaction, Interpersonal Relations > Content of Communication |
| Divisions: | Pascasarjana Program Magister > Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | Muhamad Noval Karom |
| Date Deposited: | 29 Apr 2026 06:56 |
| Last Modified: | 29 Apr 2026 06:56 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/130561 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



