Maharani, Adinda Sinta (2026) Rekrutmen Freelancer Engagement Farming di Telegram pada E-Commerce perspektif hukum ekonomi syari'ah. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
1_cover.pdf Download (298kB) | Preview |
|
|
Text
2_abstrak.pdf Download (345kB) | Preview |
|
|
Text
3_skbebasplagiarism.pdf Download (286kB) | Preview |
|
|
Text
4_daftarisi.pdf Download (338kB) | Preview |
|
|
Text
5_bab1.pdf Download (628kB) | Preview |
|
|
Text
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (659kB) | Request a copy |
||
|
Text
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
||
|
Text
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (312kB) | Request a copy |
||
|
Text
9_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (331kB) | Request a copy |
||
|
Text
10_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Latar belakang penelitian ini, penulis mengambil dari adanya Perkembangan teknologi digital melahirkan praktik rekrutmen freelancer engagement farming melalui Telegram pada e-commerce, yaitu aktivitas interaksi buatan berupa like, komentar, dan menonton video produk guna meningkatkan metrik keterlibatan secara buatan. Hal ini yang menarik perhatian penulis sehingga menjadikan fenomena ini sebagai objek penelitian. Skripsi ini membahas tentang bagaimana pelaksanaan rekrutmen freelancer, bagaimana mekanisme kerja engagement farming di Telegram pada e-commerce dan bagaimana tinjauan hukum ekonomi syari’ah terhadap praktik tersebut? Tujuan penulisan skripsi ini untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan rekrutmen, mekanisme kerja, serta tinjauan hukum ekonomi syari'ah terhadap rekrutmen freelancer dan engagement farming di e-commerce melalui Telegram. Kerangka berpikir dalam Penelitian ini berpijak pada prinsip-prinsip hukum ekonomi syariah, meliputi prinsip an-taradhin (kerelaan), keadilan, transparansi, dan bebas dari gharar. Akad ju’alah sebagaimana diatur dalam Fatwa DSN-MUI No. 62/DSN-MUI/XII/2007. Ju’alah sendiri merujuk pada suatu bentuk imbalan yang akan diberikan oleh seseorang untuk diberikan kepada pihak lain yang berhasil melaksanakan suatu pekerjaan tertentu, Penelitian menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan metode deskriptif analitis dan jenis field research. Data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap tiga informan freelancer, observasi grup Telegram, dan studi pustaka, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa rekrutmen freelancer dilakukan secara informal dan massal tanpa perjanjian tertulis, dalam beberapa kasus tanpa persetujuan tegas calon pekerja, sehingga perlindungan hukum freelancer sangat terbatas. Selanjutnya, mekanisme kerja engagement farming berlangsung daring melalui Telegram, meliputi pemberian tugas interaksi buatan di e-commerce (Shopee, Tokopedia, Lazada), verifikasi tangkapan layar, dan pencairan upah via e-wallet di bawah kendali penuh admin tanpa pedoman formal. Ketiga, ditinjau dari hukum ekonomi syariah, praktik ini dapat dikategorikan sebagai akad ju’alah yang karena memenuhi unsur ja’il, ‘‘amil, sighat, dan imbalan. Namun implementasinya belum memenuhi syarat dalam hal objek pekerjaan karena masih mengandung unsur gharar, kurang transparansi, dan prinsip antaradhin belum terpenuhi secara tegas, sehingga perlu perbaikan agar selaras dengan nilai kejujuran dan keadilan dalam syariah.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Engagement Farming; Freelancer; Hukum Ekonomi Syari'ah |
| Subjects: | Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > Muamalat, Muamalah/Hukum Perdata Islam |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Program Studi Muamalah |
| Depositing User: | Adinda Sinta Maharani |
| Date Deposited: | 11 May 2026 03:49 |
| Last Modified: | 11 May 2026 03:49 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/131092 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



