Abdullah, Maulana (2026) Kontestasi wacana feodalisme pesantren: Analisis wacana kritis konten guru gembul dan Gus Rumail Abbas di media digital. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
COVER.pdf Download (192kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (185kB) | Preview |
|
|
Text (KETERANGAN BEBAS PLAGIARISME)
LEMBAR CEK PLAGIARISME.pdf Download (206kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI.pdf Download (271kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Download (385kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (329kB) |
||
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (211kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (212kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat mendiskusikan isu keagamaan secara terbuka. Institusi pesantren menghadapi gelombang kritik di ruang digital, salah satunya melalui polemik Guru Gembul dan Gus Rumail Abbas pada Oktober 2025. Polemik ini dipicu oleh peristiwa viral, mulai dari rubuhnya bangunan Pondok Pesantren Al-Khozini, video santri ngecor, hingga tayangan investigasi Trans7 yang membingkai praktik internal pesantren secara kontroversial dan memicu perdebatan terbuka di YouTube dan X. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana kedua tokoh membangun wacananya, apa yang melatarbelakangi cara berpikir masing-masing, serta bagaimana kondisi sosial di sekitarnya membentuk jalannya pertarungan wacana tersebut. Penelitian ini menggunakan model Analisis Wacana Kritis Teun A. van Dijk yang mencakup tiga dimensi. Dimensi teks membedah pilihan bahasa dan strategi retorika narasi kedua tokoh. Dimensi kognisi sosial menelusuri latar belakang cara berpikir, pengetahuan, dan ideologi yang memengaruhi produksi wacana. Dimensi konteks sosial menganalisis relasi kuasa dan ketimpangan akses informasi di balik pertarungan wacana di ruang digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana kritis model Van Dijk. Data primer diperoleh dari konten video dan unggahan digital kedua tokoh serta wawancara mendalam. Data sekunder dikumpulkan melalui studi pustaka dan penelusuran sejarah. Analisis dilakukan melalui tiga tahap: struktur teks (makro, superstruktur, mikro), kognisi sosial untuk mengungkap latar ideologis aktor, dan konteks sosial untuk membaca relasi kuasa serta ketimpangan akses. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru Gembul membangun narasi dengan meletakkan kesan krisis sebagai titik berangkat, sementara Gus Rumail Abbas memulai dengan mempersoalkan ketepatan definisi sebelum menunjukkan kekeliruan logika lawan. Perbedaan keduanya bersumber dari cara memandang pesantren: satu mengukurnya dengan standar pendidikan modern, satu lagi sebagai subkultur dengan sistem nilai tersendiri. Di balik perdebatan terdapat ketimpangan jangkauan distribusi konten, di mana audiens YouTube Guru Gembul sekitar 53 kali lebih besar sehingga ia lebih dulu membentuk persepsi publik. Temuan ini menunjukkan bahwa dalam ruang digital, kemenangan wacana tidak selalu ditentukan oleh kebenaran substansi, melainkan oleh kecepatan dan jangkauan distribusi.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Feodalisme Pesantren; Guru Gembul; Gus Rumail Abbas; Media Digital |
| Subjects: | Critical Philosophy Islam > Da'wah Social Interaction, Interpersonal Relations > Communication Social Interaction, Interpersonal Relations > Media of Communication, Mass Media Analysis, Theory of Functions Applied Physics > Communication Engineering |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | Maulana Abdullah |
| Date Deposited: | 29 Jun 2026 04:10 |
| Last Modified: | 29 Jun 2026 04:10 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/133351 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



