Nuraeni, Rani (2026) Bonus cashback dari penggunaan Shopee Paylater pada aplikasi Shopee dalam perspektif hukum ekonomi syariah. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
Cover.pdf Download (228kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf Download (392kB) | Preview |
|
|
Text (LEMBAR PERNYATAAN)
Lembar pernyataan - Rani.pdf Download (130kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
Daftar Isi .pdf Download (293kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
Bab I .pdf Download (981kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
Bab II .pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text (BAB III)
Bab III .pdf Restricted to Registered users only Download (438kB) |
||
|
Text (BAB IV)
Bab IV .pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text (BAB V)
Bab V .pdf Restricted to Registered users only Download (532kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
Daftar Pustaka .pdf Restricted to Registered users only Download (538kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
Lampiran .pdf Restricted to Repository staff only Download (681kB) |
Abstract
Perkembangan teknologi finansial telah melahirkan berbagai inovasi pembayaran digital, salah satunya adalah Shopee PayLater (SPayLater). Untuk menarik minat pengguna, platform Shopee memberikan insentif berupa cashback. Namun, pemberian cashback ini tidak bersifat cuma-cuma, melainkan mensyaratkan penggunaan metode pembayaran SPayLater yang didalamnya mengandung unsur bunga dan denda apabila mengalami keterlambatan pembayaran. Hal ini menimbulkan problematika hukum terkait keabsahan bonus tersebut jika ditinjau dari prinsip Hukum Ekonomi Syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme praktik pemberian bonus cashback dari penggunaan Shopee PayLater pada aplikasi Shopee dan untuk menganalisis praktik tersebut berdasarkan perspektif Hukum Ekonomi Syariah, khususnya melalui tinjauan akad Ju’alah dan pelarangan Riba. Penelitian ini berlandaskan pada teori Akad Ju’alah (Janji pemberian imbalan atas suatu pekerjaan) sebagaimana diatur dalam Fatwa DSN-MUI No. 62/DSN-MUI/XII/2007, serta teori pelarangan Riba dalam utang-piutang (Qardh) dan berdasarkan Fatwa MUI No. 1 Tahun 2004 tentang hukum bunga. Analisis difokuskan pada legalitas objek pekerjaan dalam akad Ju'alah yang dikaitkan dengan transaksi ribawi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang berlokasi di ekosistem digital aplikasi Shopee. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi fitur aplikasi, dokumentasi, serta wawancara dengan pihak Customer Service Shopee dan pengguna layanan SPayLater. Hasil dari Penelitian menunjukkan bahwa: 1) Mekanisme pemberian cashback dilakukan melalui sistem voucher yang aktif secara otomatis hanya jika pengguna memilih SPayLater sebagai metode pembayaran. 2) Dalam perspektif Hukum Ekonomi Syariah, praktik ini dinilai mengandung cacat hukum pada aspek objek pekerjaan (mahal al-’aqd) dalam akad Ju’alah. Hal ini dikarenakan cashback (sebagai imbalan) lahir dari syarat melakukan transaksi SPayLater yang mengandung unsur Riba Qardh (bunga 2,95% dan denda 5%). Maka manfaat cashback yang diperoleh dari syarat transaksi ribawi tersebut hukumnya adalah haram karena mencederai prinsip kesucian akad dalam Islam.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Bonus cashback; Shopee Paylater; Hukum Ekonomi syariah |
| Subjects: | Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > Riba |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Program Studi Muamalah |
| Depositing User: | Rani Nuraeni |
| Date Deposited: | 01 Jul 2026 03:17 |
| Last Modified: | 01 Jul 2026 03:17 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/133517 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



