Mutmainnah, Nurul (2026) Praktik jual beli online Azimat pada aplikasi Shopee perspektif hukum ekonomi syari’ah. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
COVER.pdf Download (219kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (217kB) | Preview |
|
|
Text (LEMBAR PERNYATAAN)
LEMBAR PERNYATAAN.pdf Download (3MB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI.pdf Download (181kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (432kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
BAB II LANDASAN TEORI.pdf Restricted to Registered users only Download (581kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB III)
BAB III METODOLOGI PENELITIAN.pdf Restricted to Registered users only Download (312kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB IV)
BAB IV ANALISIS.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB V)
BAB V PENUTUP.pdf Restricted to Registered users only Download (204kB) | Request a copy |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (182kB) | Request a copy |
||
|
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (17MB) | Request a copy |
Abstract
Perkembangan e-commerce membuka peluang transaksi berbagai jenis barang, termasuk azimat yang diklaim memiliki kekuatan gaib. Meskipun Shopee melarang penjualan produk mistis, praktik tersebut tetap berlangsung melalui berbagai bentuk penyamaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan praktik jual beli azimat di Shopee, menganalisisnya berdasarkan perspektif hukum ekonomi syariah, serta mengidentifikasi implikasi hukumnya. Kajian ini menggunakan teori jual beli syariah, akad dalam transaksi elektronik berdasarkan Fatwa DSN-MUI Nomor 146/DSN-MUI/XII/2021, kaidah fikih, maqashid syariah, serta konsep azimat dalam Islam. Penelitian menggunakan metode deskriptif-analitis dengan pendekatan yuridis empiris. Data diperoleh melalui observasi, wawancara terhadap penjual azimat di Shopee, dokumentasi, dan studi kepustakaan, kemudian dianalisis secara kualitatif menggunakan teori fikih muamalah, Fatwa DSN-MUI Nomor 146/DSN-MUI/XII/2021, dan kebijakan Shopee mengenai barang yang dilarang diperdagangkan. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan. Pertama, penjualan azimat di Shopee dilakukan melalui tiga pola penyamaran, yaitu penjualan terbuka dengan deskripsi menyesatkan, penyamaran identitas produk melalui penamaan dan kategori yang tidak sesuai, serta penjualan tersembunyi di luar postingan resmi dengan menggunakan produk pengganti sebagai media pembayaran. Kedua, seluruh pola tersebut tidak memenuhi ketentuan Fatwa DSN-MUI Nomor 146/DSN-MUI/XII/2021 karena mengandung unsur tadlis dan melanggar regulasi platform, sehingga tidak sesuai dengan prinsip syariah. Transaksi azimat syar'i dikategorikan fasid, sedangkan transaksi azimat yang diklaim dapat mencelakakan pihak lain berstatus batil. Ketiga, mudarat yang ditimbulkan berupa pelanggaran akidah, praktik tadlis, dan potensi pencampuran produk halal dengan produk bermasalah lebih besar daripada manfaat yang diklaim. Oleh karena itu, berdasarkan kaidah dar'u al-mafasid muqaddam 'ala jalb al-mashalih, praktik tersebut tidak dapat dibenarkan menurut hukum ekonomi syariah.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | azimat; hukum ekonomi syariah; jual beli online; Shopee |
| Subjects: | Islam > Islam and Economics Law Private Law |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Program Studi Muamalah |
| Depositing User: | Nurul Mutmainnah |
| Date Deposited: | 03 Jul 2026 03:32 |
| Last Modified: | 03 Jul 2026 03:35 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/133742 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



