Analisis kritis hadits-hadits dha'if dalam kitab-kitab Ṣaḥīḥ Al-Albānī: Implikasi metodologis terhadap platform digital hadits dan otoritas keagamaan di Indonesia

Hadi, Sofyan (2026) Analisis kritis hadits-hadits dha'if dalam kitab-kitab Ṣaḥīḥ Al-Albānī: Implikasi metodologis terhadap platform digital hadits dan otoritas keagamaan di Indonesia. Doktoral thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_cover.pdf

Download (146kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf

Download (286kB) | Preview
[img]
Preview
Text (SK BEBAS PLAGIARISME)
3_skbebasplagiarisme.pdf

Download (475kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
4_daftarisi.pdf

Download (246kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
5_bab1.pdf

Download (910kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
6_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
7_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
8_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
9_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (450kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
10_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (194kB) | Request a copy
[img] Text (LAMPIRAN)
11_lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Era digital telah mengubah secara mendasar cara umat Islam mengakses dan mengamalkan hadits Nabi. Platform digital hadits yang mengadopsi penilaian Al-Albānī secara sepihak, tanpa verifikasi berdasarkan kaidah ulama mutaqaddimīn, telah menggeser otoritas keilmuan dari manhaj jamāʿī menuju manhaj fardī dan memunculkan polemik keagamaan di Indonesia. Belum adanya kajian yang secara empiris dan sistematis membuktikan pola-pola kekeliruan metodologis Al-Albānī melalui analisis per-hadits sekaligus menganalisis implikasinya menjadi celah keilmuan yang mendorong penelitian ini. Empat rumusan masalah diajukan: (1) apa jenis ʿilal dan syużūż dalam 50 hadits sampel berdasarkan kaidah mutaqaddimīn? (2) bagaimana posisi manhaj Al-Albānī, mutasāhil, mutasyaddid, atau muʿtadil? (3) apa pola perbedaan metodologis sistemik antara manhaj Al-Albānī dengan para nuqqād? (4) bagaimana dampak penyebaran penilaiannya melalui platform digital terhadap otoritas keilmuan dan pengamalan keagamaan di Indonesia? Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi ʿilal dan syużūż, memetakan manhaj Al-Albānī, membandingkannya dengan para nuqqād, dan menganalisis implikasi digital dan sosial-keagamaannya di Indonesia. Kerangka teori dibangun di atas empat lapisan dalam tiga tingkatan: Grand Theory; ʿIlal al-Ḥadīts dan Syużūż menurut mutaqaddimīn; Middle Theory 1; dialektika manhaj mutaqaddimīn dan mutaʿakhkhirīn; Middle Theory 2; pergeseran otoritas digital dari manhaj jamāʿī ke manhaj fardī; dan Applied Theory; Manhaj al-Taḥqīq al-Muqāran (MTM). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis kepustakaan dengan purposive criterion sampling berdasarkan lima kriteria manhajī, dioperasionalisasikan melalui Metodologi Kritik Lima Segi (5 Mīm) dan Kerangka Verifikasi Digital (5 Tāʾ). Temuan mengidentifikasi dua belas pola kekeliruan metodologis sistemik (al-Anmāṭ al-Iṯnā ʿAsyara) yang mencakup seluruh dimensi kritik sanad dan matan dari 50 hadits sampel: (1) al-Tanāquḍ al-Dākhilī (inkonsistensi internal dalam rujukan) 10%; (2) al-Manhaj al-Ikhtizālī (penyederhanaan analisis yang mengabaikan kompleksitas ʿilal) 22%; (3) al-Khurūj ʿan Ijmāʿ al-Mutaqaddimīn (penyimpangan dari konsensus mutaqaddimīn) 14%; (4) al-Taqdīr al-Kammī (mengunggulkan kuantitas jalur di atas kualitas analisis) 12%; (5) Taṭbīq al-Qawāʿid Ibtighāʾan li al-Natījah (penerapan kaidah demi mencapai kesimpulan yang diinginkan) 12%; (6) al-Tasāhul fī Qabūl al-Taʿdīl (kelonggaran berlebihan dalam menerima taʿdīl) 16%; (7) Istimrār al-Ḥukm al-Mansūkh (mempertahankan penilaian yang sudah direvisi sendiri) 10%; (8) ʿAdam Iʿtibār Tafarrud al-Ṣadūq (mengabaikan kesendirian rawi ṣadūq dari para imam) 14%; (9) al-Istiʿjāl (tergesa-gesa dalam penilaian tanpa penelitian mendalam) 12%; (10) ʿAdam al-Iʿtibār bi al-Qarāʾin (mengabaikan indikator kontekstual yang melingkupi hadits) 12%; (11) ʿAdam al-Iʿtibār bi Maʾālāt al-Taṣḥīḥ (mengabaikan konsekuensi penerapan penilaian) 6%; dan (12) al-Khalṭ bayna al-Muṣṭalaḥāt (pencampuradukan terminologi mutaqaddimīn dan mutaʿakhkhirīn) 14%. Dua belas pola ini menghasilkan vonis empiris pertama bahwa Al-Albānī adalah mutasāhil fī al-taṣḥīḥ wa al-taḥsīn, terkonfirmasi melalui statistik deskriptif dan validasi lintas-sumber. Lima kontribusi orisinal dihasilkan: (1) taksonomi al-Anmāṭ al-Iṯnā ʿAsyara, pertama dalam literatur ʿulūm al-ḥadīts; (2) MTM dengan 5 Mīm + 5 Tāʾ sebagai metodologi baru yang integratif; (3) vonis mutasāhil berbasis bukti kuantitatif untuk pertama kalinya; (4) Al-Manẓūmah al-Sufyāniyyah, naẓam ilmiah untuk transmisi MTM lintas generasi; dan (5) Segitiga Epistemologis Kekeliruan–Digital–Dampak sebagai kerangka analisis teoritis-sosiologis baru. Temuan ini mendesak platform digital, lembaga pendidikan, dan lembaga keagamaan untuk membenahi literasi hadits kritis di Indonesia.

Item Type: Thesis (Doktoral)
Uncontrolled Keywords: Manhaj al-Taḥqīq al-Muqāran; ʿIlal al-Ḥadīts, Syużūż, Al-Albānī; Platform Digital Hadits; Otoritas Keagamaan Purposive Criterion Sampling, Al-Anmāṭ al-Iṯnā ʿAsyara
Subjects: Islam > Hadith
Islam > Study of Text of Hadith
Al-Hadits dan yang Berkaitan
Al-Hadits dan yang Berkaitan > Ilmu Hadits
Al-Hadits dan yang Berkaitan > Kritik terhadap Hadits
Divisions: Pascasarjana Program Doktor > Program Studi, Studi Agama Agama
Depositing User: Sofyan Hadi
Date Deposited: 07 Jul 2026 01:22
Last Modified: 07 Jul 2026 01:22
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/133984

Actions (login required)

View Item View Item