Aiman, Ihsan Rido (2026) Manajemen krisis pemerintah kabupaten Sumedang dalam menangani kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumedang Utara: Studi kasus pada Humas Pemerintah Kabupaten Sumedang. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text
1_Cover.pdf Download (14kB) | Preview |
|
|
Text
2_Abstrak.pdf Download (21kB) | Preview |
|
|
Text
3_skbebasplagiarism.pdf Download (119kB) | Preview |
|
|
Text
4_Daftar Isi.pdf Download (509kB) | Preview |
|
|
Text
5_bab1.pdf Download (358kB) | Preview |
|
|
Text
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (356kB) | Request a copy |
||
|
Text
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
||
|
Text
8_bab4 (27).pdf Restricted to Registered users only Download (32kB) | Request a copy |
||
|
Text
9_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (274kB) | Request a copy |
||
|
Text
10_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini mengangkat tema manajemen krisis pada Pemerintah Kabupaten Sumedang akibat terjadinya kasus keracunan massal dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 164 siswa dari tiga sekolah di wilayah Sumedang Utara mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut pada September 2025. Peristiwa ini memicu sorotan media yang luas serta menurunnya kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah. Kabupaten Sumedang dipilih sebagai objek penelitian karena menjadi salah satu daerah yang mengalami dampak krisis paling signifikan dalam pelaksanaan program MBG secara nasional, sehingga menarik untuk dikaji bagaimana Humas Pemerintah Kabupaten Sumedang mengelola krisis tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Humas Pemerintah Kabupaten Sumedang menangani krisis kasus keracunan Program MBG, mulai dari penanganan gejala awal, penanganan pada saat krisis berlangsung, pemulihan awal pascakrisis, hingga pemulihan citra dan kepercayaan publik. Penelitian ini menggunakan Model Anatomi Krisis yang dikemukakan oleh Steven Fink pada tahun 1986, yang terdiri dari empat tahapan: prodromal, akut, kronik, dan resolusi.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus intrinsik yang menekankan pada pemahaman mendalam terhadap fenomena melalui wawancara dan observasi langsung di lapangan. Hasil penelitian yang di dapatkan menjelaskan bahwa Humas Pemerintah Kabupaten Sumedang melakukan penanganan krisis melalui empat tahapan Model Anatomi Krisis Steven Fink, yaitu: (1) Tahap Prodromal, yang berfokus pada identifikasi gejala awal krisis melalui pemantauan kondisi lapangan dan koordinasi lintas instansi; (2) Tahap Akut, yang mencakup respons cepat melalui klarifikasi publik, koordinasi dengan media, serta penghentian sementara penyaluran MBG di wilayah terdampak; (3) Tahap Kronik, yang berfokus pada evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan perbaikan Standar Operasional Prosedur (SOP) bagi dapur penyedia MBG; dan (4) Tahap Resolusi, yang berfokus pada pemulihan kepercayaan publik melalui pembentukan lembaga aduan MBG dan komunikasi pemulihan citra secara berkelanjutan. Dapat di simpulan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Humas Diskominfo Sanditik telah melakukan manajemen krisis secara bertahap dan terstruktur dalam menangani kasus keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumedang Utara melalui empat tahapan, yaitu prodromal, akut, kronik, dan resolusi
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Manajemen Krisis; Humas Pemerintah; Program Makan Bergizi Gratis (MBG); Anatomi Krisis; Kabupaten Sumedang |
| Subjects: | Social Interaction, Interpersonal Relations > Communication General Management > Negotiation, Conflict, Crisis Management |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Program Studi Hubungan Masyarakat |
| Depositing User: | Ihsan Rido Aiman |
| Date Deposited: | 15 Jul 2026 02:41 |
| Last Modified: | 15 Jul 2026 07:16 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/135610 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



