Moralitas dan tantangan profesionalitas jurnalis: Analisis semiotika pada film A Taxi Driver

Nugraha, Syahma Zagina Putri (2026) Moralitas dan tantangan profesionalitas jurnalis: Analisis semiotika pada film A Taxi Driver. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text
1_cover.pdf

Download (173kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2_abstrak.pdf

Download (326kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3_skbebasplagiarsm.pdf

Download (102kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4_daftarisi.pdf

Download (297kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5_bab1.pdf

Download (384kB) | Preview
[img] Text
6_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (449kB) | Request a copy
[img] Text
8_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (305kB) | Request a copy
[img] Text
7_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text
9_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (294kB) | Request a copy

Abstract

INDONESIA: Film sebagai salah satu bentuk media populer tidak hanya berperan sebagai hi-buran, tetapi juga memiliki fungsi edukatif dalam menyampaikan pesan moral dan ideologis, termasuk yang berkaitan dengan praktik jurnalistik. Film A Taxi Driver mengangkat peristiwa sejarah tragedi Gwangju dan menampilkan peran jurnalis dalam mengungkap kebenaran di tengah tekanan kekuasaan serta risiko kemanusiaan yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna denotasi, makna konotasi, dan makna mitos dalam film A Taxi Driver untuk mengkaji bagaimana moralitas dan tantangan profesionalitas jurnalis direpresentasikan dalam film A Taxi Driver melalui pendekatan semiotika Roland Barthes. Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma konstruktiviis. Paradigma konstruktivis adalah paradigma yang hampir berlawanan dengan pemahaman, yang menempatkan observasi dan objektivitas dalam penemuan re-alitas atau ilmu pengetahuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis semiotika yang memfokuskan kajian pada tiga tingkatan makna, yaitu makna denotasi, makna konotasi, dan makna mitos. Data penelitian diperoleh dari adegan serta dialog yang merepresentasikan aktivitas jurnalistik dalam film, kemudian diana-lisis dengan mengaitkannya pada konsep moralitas menurut Burhan Nurgiyanto-ro serta prinsip profesionalitas jurnalis yang dikemukakan oleh Hamdan Daulay dan Rosihan Anwar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tataran denotasi, film A Taxi Driver menampilkan praktik jurnalistik secara nyata melalui proses peliputan dan penyebaran informasi yang penuh risiko. Pada tataran konotasi, praktik tersebut dimaknai sebagai wujud keberanian, tanggung jawab moral, dan komitmen jurnalis dalam memperjuangkan kebenaran serta kepentingan publik. Sementara itu, pada tataran mitos, film membangun gambaran jurnalis sebagai penjaga kebenaran, saksi sejarah, dan pembela nilai-nilai kemanusiaan. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menyimpulkan bahwa A Taxi Driver tidak hanya menggambarkan tantangan profesionalitas jurnalis, tetapi juga menegaskan bah-wa moralitas merupakan fondasi utama dalam praktik jurnalistik yang beretika dan bertanggung jawab. Film, as a form of popular media, functions not only as entertainment but also as an educational medium that conveys moral and ideological messages, including those related to journalistic practices. A Taxi Driver portrays the historical trage-dy of Gwangju and highlights the role of journalists in uncovering the truth amid political pressure and humanitarian risks. ENGLISH: This study aims to examine how morality and the challenges of journalistic pro-fessionalism are represented in the film A Taxi Driver through Roland Barthes’ semiotic approach. The paradigm used in this study is the constructivist paradigm. The constructiv-ist paradigm stands in contrast to positivist approaches, as it does not emphasize observation and objectivity as the primary means of discovering reality or knowledge. Instead, it views reality as socially constructed through human inter-action and interpretation. This research employs a qualitative method using semiotic analysis that focuses on three levels of meaning: denotation, connotation, and myth. The data were obtained from scenes and dialogues that represent journalistic activities in the film and were analyzed by relating them to the concept of morality proposed by Burhan Nurgiyantoro and the principles of journalistic professionalism articulat-ed by Hamdan Daulay and Rosihan Anwar. The findings indicate that at the denotative level, A Taxi Driver presents journal-istic practices in a concrete manner through reporting processes and the dissemi-nation of information that involve significant risks. At the connotative level, these practices signify courage, moral responsibility, and journalists’ commit-ment to pursuing truth and serving the public interest. Meanwhile, at the mythic level, the film constructs an image of journalists as guardians of truth, witnesses to history, and defenders of humanitarian values. Based on these findings, the study concludes that A Taxi Driver not only depicts the challenges of journalistic professionalism but also emphasizes that morality is a fundamental foundation of ethical and responsible journalistic practice.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Film;Semiotika; Moralitas; Profesionalitas Jurnalis
Subjects: Journalism and Newspapers in Other Geographics Area
Ethics, Moral Philosophy
Occupational Ethics
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Program Studi Jurnalistik
Depositing User: syahma syahma nugraha
Date Deposited: 31 Jul 2026 07:28
Last Modified: 31 Jul 2026 07:28
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/136917

Actions (login required)

View Item View Item