Dewi, Ulva (2026) Konsep Ikhlas dan Riya dalam Tafsir Asy-Sya’rawi serta Relevansinya terhadap Pencitraan Diri di Media Sosial. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
COVER.pdf Download (172kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK .pdf Download (166kB) | Preview |
|
|
Text (SK PLAGIARISME)
SK PLAGIARISME.pdf Download (228kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI.pdf Download (214kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Download (417kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (530kB) |
||
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (205kB) |
||
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (526kB) |
||
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (215kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (248kB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya praktik pencitraan diri (self-presentation) di media sosial yang memunculkan berbagai persoalan etis, terutama berkaitan dengan batas antara ekspresi diri, dakwah, dan perilaku riya. Dalam perspektif Islam, konsep ikhlas dan riya merupakan dua nilai yang menjadi dasar dalam menilai orientasi suatu amal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep ikhlas dan riya menurut Tafsir Asy-Sya’rawi serta mengkaji relevansinya terhadap pencitraan diri di media sosial sebagai dasar dalam membangun etika bermedia sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) serta metode tafsir maudhu’i (tematik). Data primer diperoleh dari Tafsir Asy-Sya’rawi karya Syekh Muhammad Mutawalli Asy-Sya’rawi, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur, jurnal ilmiah, buku, dan penelitian yang relevan. Analisis dilakukan dengan menghimpun ayat-ayat tentang ikhlas dan riya, menganalisis penafsiran Asy-Sya’rawi, kemudian menghubungkannya dengan fenomena pencitraan diri di media sosial menggunakan teori self-presentation Erving Goffman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Tafsir Asy-Sya’rawi, ikhlas merupakan pemurnian niat yang berorientasi pada ridha Allah Swt., sedangkan riya merupakan orientasi amal kepada penilaian manusia sehingga mengurangi nilai spiritual suatu amal. Konsep tersebut memiliki relevansi yang kuat terhadap fenomena pencitraan diri di media sosial. Penelitian ini menemukan bahwa pencitraan diri tidak selalu identik dengan riya, melainkan ditentukan oleh niat, tujuan, dan kemanfaatan dari aktivitas yang dilakukan. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merumuskan etika bermedia sosial yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an, yaitu meluruskan niat, menjaga kejujuran, menghindari riya, mengutamakan kemanfaatan, menjaga etika komunikasi, melakukan tabayyun, serta menggunakan media sosial sebagai sarana dakwah dan kemaslahatan.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ikhlas; Media Sosial; Riya |
| Subjects: | Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | - Ulva lidia Ulva |
| Date Deposited: | 11 Aug 2026 07:52 |
| Last Modified: | 11 Aug 2026 07:52 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/138092 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



