Estetika kontemplatif dalam seni lukis: Studi perbandingan pemikiran Arthur Schopenhauer dan Seyyed Hossein Nasr tentang Pengaruh Keindahan Lukisan terhadap Jiwa Manusia

Firdaus, Azizah (2026) Estetika kontemplatif dalam seni lukis: Studi perbandingan pemikiran Arthur Schopenhauer dan Seyyed Hossein Nasr tentang Pengaruh Keindahan Lukisan terhadap Jiwa Manusia. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text
1_cover.pdf

Download (203kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2_abstrak.pdf

Download (188kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3_skbebasplagiarism.pdf

Download (227kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4_daftarisi.pdf

Download (302kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5_bab1.pdf

Download (488kB) | Preview
[img] Text
6_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (595kB) | Request a copy
[img] Text
7_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (532kB) | Request a copy
[img] Text
8_bab4 (35).pdf
Restricted to Registered users only

Download (649kB) | Request a copy
[img] Text
9_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (197kB) | Request a copy
[img] Text
10_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (436kB) | Request a copy

Abstract

Kajian tentang estetika seni tidak lagi menempatkan keindahan hanya sebagai kualitas visual, tetapi juga sebagai pengalaman batin yang dapat berkembang menjadi kontemplasi. Dalam konteks seni lukis, persoalan penelitian ini berangkat dari masih terbatasnya kajian komparatif mengenai estetika kontemplatif dalam pemikiran Arthur Schopenhauer dan Seyyed Hossein Nasr, padahal keduanya sama-sama memandang seni sebagai media yang melampaui fungsi hiburan dan memiliki pengaruh terhadap kesadaran manusia. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konsep karakteristik estetika kontemplatif dalam seni lukis menurut kedua tokoh, membandingkan fungsi keindahan lukisan dalam pemikiran mereka, serta mengelaborasi mekanisme pengaruh keindahan lukisan terhadap jiwa manusia Kerangka berpikir penelitian ini didasarkan pada asumsi bahwa seni lukis dapat menjadi medium kontemplasi apabila penikmat seni memusatkan perhatian secara penuh, melepaskan gangguan praktis, lalu memasuki pengalaman batin yang lebih mendalam sehingga karya seni hadir sebagai pembawa makna yang lebih tinggi. Dalam kerangka ini, tidak diajukan hipotesis formal, karena penelitian berfokus pada analisis filosofiskomparatif terhadap konsep, fungsi, dan tujuan kontemplasi dalam seni lukis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan metode analisis komparatif terhadap karya-karya Arthur Schopenhauer dan Seyyed Hossein Nasr serta literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Schopenhauer dan Nasr sama-sama memandang seni lukis sebagai media kontemplasi yang dapat mengubah kualitas kesadaran manusia, tetapi keduanya berbeda dalam landasan metafisis dan tujuan akhir pengalaman estetik tersebut. Schopenhauer menjelaskan kontemplasi sebagai jalan pembebasan sementara dari dominasi will melalui pengetahuan intuitif terhadap Platonic Idea, sedangkan Nasr memandang kontemplasi sebagai jalan menuju pengenalan kepada Allah melalui tafakkur, tauhid, dan tajalli. Dengan demikian, estetika kontemplatif dalam seni lukis dapat dipahami sebagai proses penghayatan keindahan yang menjadikan seni bukan hanya objek apresiasi estetis, tetapi juga medium refleksi dan pembentukan kualitas jiwa manusia.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: TIDAK ADA LAMPIRAN
Uncontrolled Keywords: Estetika Kontemplatif; Seni Lukis; Arthur Schopenhauer; Seyyed Hossein Nasr; Keindahan; Kontemplasi; Jiwa Manusia
Subjects: Drawing and Drawings
Painting and Paintings > Philosophy and Theory of Painting and Paintings
Genre Paintings
Religion Paintings
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Program Studi Aqidah Filsafat
Depositing User: Azizah Firdaus
Date Deposited: 14 Aug 2026 07:15
Last Modified: 19 Aug 2026 02:15
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/138371

Actions (login required)

View Item View Item