Perubahan tema dan strategi kritik Teater Payung Hitam pada era Orde Baru ke Reformasi tahun 1994–2016

Rozak, Amaludin Abdul (2026) Perubahan tema dan strategi kritik Teater Payung Hitam pada era Orde Baru ke Reformasi tahun 1994–2016. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text
1_cover.pdf

Download (422kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2_abstrak.pdf

Download (159kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3_skbebasplagiarism.pdf

Download (269kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4_daftarisi.pdf

Download (160kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5_bab1.pdf

Download (435kB) | Preview
[img] Text
6_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (375kB) | Request a copy
[img] Text
7_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (731kB) | Request a copy
[img] Text
8_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (165kB) | Request a copy
[img] Text
9_daftarpustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (253kB) | Request a copy
[img] Text
10_lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (458kB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perubahan kondisi sosial-politik Indonesia dari era Orde Baru menuju Reformasi yang berdampak pada perkembangan seni pertunjukan, khususnya teater sebagai media kritik sosial. Pada masa Orde Baru, sensor dan pembatasan kebebasan berekspresi mendorong seniman menyampaikan kritik secara simbolik. Sementara itu, keterbukaan ruang demokrasi pasca-Reformasi menghadirkan persoalan sosial baru yang turut mengubah orientasi kritik dalam seni pertunjukan. Teater Payung Hitam, sebagai kelompok teater yang konsisten berkarya sejak 1982, menjadi objek yang relevan untuk mengamati dinamika tersebut. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini membahas tema dan strategi kritik Teater Payung Hitam pada masa Orde Baru serta perubahannya pada era Reformasi dalam kurun 1994–2016. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tema dan strategi kritik Teater Payung Hitam pada masa Orde Baru serta menganalisis perubahan tema dan strategi kritik tersebut pada era Reformasi. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Analisis penelitian didukung oleh pendekatan sosiologi seni Arnold Hauser untuk menjelaskan hubungan antara perubahan karya seni dan perubahan struktur sosial masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masa Orde Baru, tema kritik Teater Payung Hitam berfokus pada otoritarianisme, pembatasan kebebasan berekspresi, kekerasan politik, manipulasi demokrasi, dan pelanggaran hak asasi manusia. Kritik tersebut disampaikan melalui strategi simbolik, alegoris, dan nonverbal berbasis eksplorasi tubuh sebagai respons terhadap pembatasan dan sensor negara. Memasuki era Reformasi, tema kritik berkembang ke arah persoalan demokrasi, memori sejarah, identitas bangsa, kemanusiaan, kerusakan lingkungan, dan dampak globalisasi. Perubahan tersebut menunjukkan hubungan dialektis antara seni dan masyarakat sebagaimana dijelaskan Hauser, di mana seni tetap menjalankan fungsi kritis sebagai media refleksi sosial di tengah perubahan konteks politik.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Perubahan tema; Strategi kritik; Teater Payung Hitam; Teater; Orde Baru; Reformasi; Kritik sosial; Seni pertunjukan; Bandung; 1994–2016
Subjects: History of Southeast Asia > History of Indonesia
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam
Depositing User: Amaludin Abdul Rozak
Date Deposited: 26 Aug 2026 08:15
Last Modified: 26 Aug 2026 08:15
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/139665

Actions (login required)

View Item View Item