Ramadhianisha, Sherina (2026) Hak asuh anak bagi ibu yang mengalami gangguan mental bipolar dalam perspektif hukum keluarga Islam. Masters thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
cover.pdf Download (244kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRACK)
abstrack.pdf Download (284kB) | Preview |
|
|
Text (SK PLAGIARISME)
sherina.pdf Download (246kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR PUSTAKA (2).pdf Download (172kB) | Preview |
|
|
Text (BAB 1)
BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (434kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (792kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB III)
BAB III (2).pdf Restricted to Registered users only Download (256kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB IV)
BAB IV (2).pdf Restricted to Registered users only Download (366kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (223kB) | Request a copy |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA (2).pdf Restricted to Registered users only Download (172kB) | Request a copy |
||
|
Text (SURAT LAMPIRAN)
TESIS LENGKAP - Hak Asuh Anak Ibu Bipolar Revisi Munaqosyah-3.pdf Restricted to Repository staff only Download (197kB) | Request a copy |
Abstract
Hak asuh anak (hadhanah) bagi ibu yang mengalami gangguan mental bipolar dalam perspektif hukum keluarga Islam, dengan menjadikan Putusan Pengadilan Agama Jakarta Selatan Nomor 0991/Pdt.G/2019/PA.JS sebagai objek studi kasus. Penelitian ini bermula dari kekhawatiran bahwa praktik peradilan agama cenderung menyamakan status diagnosis gangguan bipolar dengan kondisi junun (gila/hilang akal) yang menjadi syarat gugurnya hadhanah, tanpa mempertimbangkan karakteristik klinis gangguan bipolar bersifat episodic dapat dikelola secara medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Untuk mengetahui konsep hak asuh anak dalam fiqh munakahat; 2) Karakteristik gangguan bipolar menurut psikologi; dan 3) Hak asuh anak bagi ibu yang mengalami gangguan mental bipolar dalam perspektif hukum keluarga Islam. Kerangka berpikir penelitian ini didasarkan pada teori hadhanah, konsep junun dalam fiqh munakahat, teori psikologi hukum mengenai gangguan bipolar, serta prinsip kemaslahatan dan kepentingan terbaik bagi anak sebagai dasar analisis terhadap pertimbangan hukum hakim. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach). Sumber data penelitian terdiri atas bahan hukum primer berupa putusan pengadilan, peraturan perundang-undangan, Kompilasi Hukum Islam, serta bahan hukum sekunder berupa kitab fiqh, literatur, jurnal ilmiah, dan pendapat pakar psikologi hukum. Analisis data dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Hak hadhanah ibu bukan merupakan hak yang bersifat mutlak, namun gangguan bipolar tidak dapat disamakan dengan junun sehingga tidak secara otomatis menggugurkan hak asuh; 2) Penentuan hak asuh harus didasarkan pada kondisi psikologis yang aktual, kemampuan pengasuhan, dan asesmen psikologis atau psikiatris yang mutakhir; dan 3) Pertimbangan hakim dalam Putusan Nomor 0991/Pdt.G/2019/PA.JS belum sepenuhnya mempertimbangkan kondisi klinis ibu karena masih mendasarkan putusan pada dokumen diagnosis lama tanpa pembaruan pemeriksaan ahli. Maka, diperlukan standar pembuktian agar tetap mengutamakan kemaslahatan dan kepentingan terbaik bagi anak.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Hak Asuh Anak; Hadhanah; Gangguan Mental Bipolar; Hukum Keluarga Islam; Kemaslahatan Anak. |
| Subjects: | Differential and Developmental Psychology Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam |
| Divisions: | Pascasarjana Program Magister > Program Studi Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Sherina Ramadhianisha |
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 05:55 |
| Last Modified: | 27 Aug 2026 05:58 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/139877 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



