Ta’awun dalam Al-Qur’an dan Kritik atas Resiprositas Instrumental: Dialog Tafsir dengan Social Exchange Theory G. Homans

Albana, Muhammad Zia Ulhaq (2026) Ta’awun dalam Al-Qur’an dan Kritik atas Resiprositas Instrumental: Dialog Tafsir dengan Social Exchange Theory G. Homans. Masters thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (Cover)
1_Cover.pdf

Download (226kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstrak)
2_Abstrak.pdf

Download (333kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Bebas Pustaka)
3_Bebas Pustaka.pdf

Download (569kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Daftar Isi)
4_Daftar Isi.pdf

Download (315kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
5_BAB I.pdf

Download (378kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
6_Bab II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (562kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
7_Bab III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (518kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
8_Bab IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (929kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
9_Bab V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (275kB) | Request a copy
[img] Text (Daftar Pustaka)
10_Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (332kB) | Request a copy
[img] Text (Lampiran)
11_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (246kB) | Request a copy

Abstract

Relasi sosial dalam masyarakat modern cenderung dipahami melalui paradigma rasional-instrumental yang menempatkan hubungan antarmanusia sebagai sarana untuk memperoleh keuntungan dan menghindari kerugian. Paradigma tersebut memperoleh formulasi teoretis dalam Social Exchange Theory George C. Homans yang menjelaskan interaksi sosial berdasarkan prinsip ganjaran, biaya, dan keuntungan. Al-Qur'an menawarkan konsep Ta’awun sebagai prinsip kerja sama yang berlandaskan kebajikan, ketakwaan, dan orientasi transendental. Kajian mengenai Ta’awun selama ini umumnya masih bersifat normatif dan belum banyak didialogkan secara sistematis dengan teori pertukaran sosial modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konstruksi konsep Ta’awun dalam Al-Qur'an, menganalisis karakter resiprositas instrumental dalam Social Exchange Theory George C. Homans, serta mendialogkan keduanya untuk melihat aspek afirmasi dan kritik konsep Ta’awun terhadap resiprositas instrumental. Metode penelitian yang digunakan merupakan penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan analisis tafsir tematik. Sumber data primer penelitian ini meliputi Al-Qur’an sebagai teks normatif utama dalam mengkaji konsep Ta’awun, serta karya utama George C. Homans, terutama Social Behavior: Its Elementary Forms, sebagai rujukan primer dalam memahami konstruksi asli Social Exchange Theory. Analisis dilakukan melalui pengumpulan ayat-ayat yang berkaitan dengan Ta’awun, penafsiran berdasarkan pendapat para mufasir klasik dan kontemporer, kemudian didialogkan dengan Social Exchange Theory menggunakan pendekatan dialogis-kritis. Tafsir tematik digunakan untuk mengonstruksi konsep Ta’awun dalam Al-Qur’an secara komprehensif, sedangkan Social Exchange Theory digunakan untuk menjelaskan karakter resiprositas instrumental dalam relasi sosial modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Ta’awun dalam Al-Qur'an merupakan prinsip etis yang mengatur relasi sosial berdasarkan orientasi al-birr dan al-taqwa serta membatasi kerja sama yang mengarah kepada dosa dan permusuhan. Resiprositas dalam Ta’awun tidak dipahami sebagai pertukaran yang bersifat simetris dan transaksional, melainkan sebagai resiprositas moral dan transendental yang berorientasi pada rida Allah, pahala, kemaslahatan bersama, dan tanggung jawab etis. Social Exchange Theory George C. Homans memandang relasi sosial sebagai proses pertukaran yang didasarkan pada kalkulasi ganjaran, biaya, dan keuntungan sehingga cenderung menempatkan rasionalitas instrumental sebagai dasar tindakan sosial. Dialog antara keduanya menunjukkan bahwa konsep Ta’awun mengafirmasi pentingnya unsur timbal balik (reciprocity) dalam membangun relasi sosial, tetapi sekaligus mengkritik reduksi hubungan sosial menjadi semata-mata pertukaran kepentingan. Konsep Ta’awun memperluas makna resiprositas dengan menghadirkan dimensi etika, spiritual, dan transendental sehingga relasi sosial tidak hanya diukur berdasarkan manfaat material, tetapi juga berdasarkan nilai keikhlasan, tanggung jawab moral, dan orientasi kepada Allah Swt.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Ta’awun, Resiprositas Instrumental, Social Exchange Theory.
Subjects: Islam
Islam Umum
Divisions: Pascasarjana Program Magister > Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Muhammad Zia Ulhaq Albana
Date Deposited: 01 Sep 2026 01:28
Last Modified: 01 Sep 2026 01:28
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/140417

Actions (login required)

View Item View Item