Nurfauzan, Rasikhul Khair (2026) Analisis yuridis penetapan wasiat wajibah bagi keponakan perempuan dari saudara kandung yang meninggal terlebih dahulu sebelum pewaris dalam SEMA No 03 tahun 2015. Masters thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
Tesis khoir FIKS kover.pdf Download (632kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
Tesis khoir FIKS Abstrak.pdf Download (345kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
Tesis khoir FIKS Daf-is.pdf Download (221kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
Tesis khoir FIKS BAB I.pdf Download (535kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
Tesis khoir FIKS BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (677kB) |
||
|
Text (BAB III)
Tesis khoir FIKS BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (464kB) |
||
|
Text (BAB IV)
Tesis khoir FIKS BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (621kB) |
||
|
Text (BAB V)
Tesis khoir FIKS BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (278kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
Tesis khoir FIKS DAPUS.pdf Restricted to Registered users only Download (393kB) |
Abstract
Salah satu tujuan hukum Islam adalah mendatangkan kemaslahatan dan menghilangkan kemadhorotan. Seiring berkembangnya zaman, hukum faroid klasik seringkali dipertanyakan relefansinya dengan masalah-masalah baru. KHI Pasal 185 mengatur tentang pergantian ahli waris belum cukup jelas dan menimbulkan pertanyaan. Dalam praktik peradilan agama, KHI sebagai salah satu dasar hukum bagi hakim dalam memutuskan perkara. Maka, Mahkamah Agung hadir melalui SEMA Nomor 03 Tahun 2015 Bagian C Rumusan Kamar Agama Point 9 membatasi pergantian ahli waris hanya sampai derajat cucu dan bagi keponakan laki-laki dari saudara kandung yang meninggal terlebih dahulu dapat menjadi ahli waris. Sedangkan bagi keponakan perempuan dari saudara kandung yang meninggal terlebih dahulu diberikan bagian wasiat wajibah. Keputusan ini menarik untuk dikaji karena Mahkamah Agung membedakan hak waris antara keponakan laki-laki dan kaponakan perempuan. Tujuan dari penelitian ini adalah:1) untuk mengetahu latar belakang; 2) untuk mengetahui penerapan dalam putusan pengadilan agama; 3) untuk mengetahui analisis maqashid al-syariah dalam penetapan wasiat wajibah bagi keponakan perempuan dari saudara kandung yang meninggal terlebih dahulu sebelum pewaris dalam SEMA Nomor 03 Tahun 2015. Kerangka berfikir peneliti berangkat dari sumber hukum kewaris Islam yaitu Al-Qur’an Surat An-Nisa ayat 11 dan ayat 33 dan Hadist dari Zaid Bin Stabith yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori. Serta konsep pergantian ahli waris dalam KHI Pasal 185, PPAPA dan SEMA Nomor 03 Tahun 2015 Bagian C Rumusan Kamar Agama Point 9. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Maqashid Al-Syariah, teori keadilan, teori kepastian, dan teori kemanfaatan hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah content analisis dengan pendekatan yuridis normative serta sumber data berupa SEMA Nomor 03 Tahun 2015, KHI Pasal 185, PPAPA, Putudan Pengadilan Agama Sabang 285/Pdt.P/2025/PA.Sbg, putusan Pengadilan Agama Sungai Raya Nomor 128/Pdt.p/2024/PA.Sry, dan putusan Pengadilan Agama Subang Nomor 24/Pdt.P/2025/PA.Sbg. Serta bahan hukum sekunder berupa literatur, jurnal, dan dokumen ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan dengan metode analisis kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkah bahwa: 1) latar belakang Mahkamah Agung dalam menetapkan wasiat wajibah bagi keponakan perempuan adalah kebutuhan mebatasi ahli waris sampai derajat cucu, menjaga stuktur hukum faroidh yang membedakan kedudukan anak laki-laki saudara kandung dengan anak perempuan saudara kandung, melindungi hak keponakan perempuan serta kebutuhan kelembagaan sebagai bentuk penyeragaman putusan; 2) Ketiga putusan yang dikaji, yaitu Putusan PA Subang Nomor 285/Pdt.P/2025/PA.Sbg, Putusan PA Sungai Raya Nomor 128/Pdt.P/2024/PA.Sry, dan Putusan PA Subang Nomor 24/Pdt.P/2025/PA.Sbg, memperlihatkan bagaimana rumusan SEMA tersebut diterjemahkan secara berbeda-beda dalam praktik peradilan, sehingga menegaskan bahwa das sollen normatif tidak selalu berjalan seragam dengan das sein di lapangan; 3) Wasiat wajibah bagi keponakan perempuan sesuai dengan maqashid al-syari’ah karna menjaga 5 hal utama dan menciptakan kemaslahatan.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Wasiat Wajibah; Ahli Waris Pengganti; Maqashid Al-Syari’ah; latar belakang; penerapan putusan |
| Subjects: | Islam Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam |
| Depositing User: | rasikhul khair fauzan |
| Date Deposited: | 02 Sep 2026 01:34 |
| Last Modified: | 02 Sep 2026 01:34 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/140435 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



