Disparitas putusan pengadilan agama tentang pemberian wasiat wajibah terhadap anak tiri: Studi putusan nomor 506/Pdt.G/2023/Pa.Prob dan nomor 6/Pdt.G/2022/Pa.Atb

Saefi, Ahmad Zamzam (2026) Disparitas putusan pengadilan agama tentang pemberian wasiat wajibah terhadap anak tiri: Studi putusan nomor 506/Pdt.G/2023/Pa.Prob dan nomor 6/Pdt.G/2022/Pa.Atb. Masters thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
Cover.pdf

Download (271kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (359kB) | Preview
[img]
Preview
Text (KETERANGAN BEBAS PLAGIARISM)
Keterangan Bebas Plagiarism.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
Daftar Isi.pdf

Download (179kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
Bab 1.pdf

Download (481kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (503kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (320kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (708kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (273kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (308kB) | Request a copy
[img] Text (LAMPIRAN)
Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (509kB) | Request a copy

Abstract

Seiring dengan kompleksitas struktur sosial dan keluarga di masyarakat, pembagian harta pewaris bagi pihak dengan kedekatan sosial namun tidak memenuhi kriteria ahli waris menurut hukum Islam, seperti anak tiri, kerap menimbulkan persoalan sosiologis dan yuridis. Di tataran praktik, muncul disparitas putusan yang nyata mengenai pemberian wasiat bagi anak tiri; misalnya, Putusan Pengadilan Agama Probolinggo (Nomor 506/Pdt.G/2023/PA.Prob) yang menolak wasiat wajibah untuk anak tiri, berbanding terbalik dengan Putusan Pengadilan Agama Atambua (Nomor 6/Pdt.G/2022/PA.Atb) yang mengabulkannya. Penelitian terkait disparitas putusan ini sangat urgen untuk dilakukan karena perbedaan penerapan hukum tersebut berpotensi melemahkan prediktabilitas dan konsistensi peradilan bagi para pencari keadilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam dasar pertimbangan hukum hakim Pengadilan Agama Probolinggo dalam menolak wasiat wajibah bagi anak tiri, serta membandingkannya dengan dasar pertimbangan hakim Pengadilan Agama Atambua yang memberikan wasiat wajibah tersebut. Selain itu, kajian ini berupaya menganalisis disparitas tersebut dan mencari formulasi ideal bagi penerapan wasiat wajibah di masa depan. Dalam penelitian ini dibahas 2 putusan yang berbeda untuk dipahami pertimbangan hukum kedua majelis hakim untuk kemudian dianalisis menggunakan tiga kerangka teori, yakni teori kepastian hukum, hermeneutika hukum, dan maqashid al-syari'ah. Selanjutnya hasil analisis digunakan sebagai acuan pembuatan rekomendasi standar penerapan wasiat wajibah bagi anak tiri yang menjamin kepastian hukum sekaligus keadilan substantif Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbentuk yuridis normatif dengan studi pustaka dengan pendekatan kasus dan analitis yang menitikberatkan pada analisis putusan hakim. Pengumpulan data dilakukan dengan menelaah bahan hukum utama berupa Putusan Nomor 506/Pdt.G/2023/PA.Prob dan Nomor 6/Pdt.G/2022/PA.Atb, KHI, dan regulasi terkait lainnya. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Majelis Hakim PA Probolinggo menolak memberikan hak wasiat wajibah kepada anak tiri karena mendasarkan argumennya pada Pasal 209 KHI dengan corak interpretasi gramatikal dan sistematis yang berakar pada positivisme hukum yang sejalan dengan prinsip ḣifẓ al-nasl dan ḣifẓ al-ma>l bagi ahli waris biologis. Sebaliknya, Majelis Hakim PA Atambua menerobos kekakuan teks undang-undang demi keadilan substantif dengan melakukan penemuan hukum (rechtsvinding) melalui qiyas (analogi) dan hermeneutika teleologis, serta merujuk pada Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 7 Tahun 2012 untuk memberikan hak sebesar 1/10 harta peninggalan kepada anak tiri yang sejalan prinsip ḣifẓ al-nasl dalam teori tanmiyah Jasser Auda. Perbedaan putusan ini, meskipun pada mulanya diduga akan menimbulkan ketidakpastian hukum, tetapi pada akhirnya justru menunjukkan adanya kepastian aktual.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Disparitas Putusan; Wasiat Wajibah; Anak Tiri; Maqa>ṣid al-Syari>‘ah; Kepastian Hukum
Subjects: Islam
Islam > Religious Ceremonial Laws and Decisions
Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > Hukum Keluarga dan Hukum Perkawinan, Pernikahan menurut Islam
Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > Hukum Waris Islam, Faraid
Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > Ahli Waris
Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > WAsia
Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > Hukum Pengadilan Islam, Qada'
Divisions: Pascasarjana Program Magister > Program Studi Hukum Keluarga
Depositing User: Ahmad Zamzam Saefi
Date Deposited: 07 Sep 2026 07:36
Last Modified: 07 Sep 2026 07:36
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/141195

Actions (login required)

View Item View Item