Penafsiran ayat-ayat tabarruj menurut KH. Ahmad Sanusi dalam Tafsir Malja’ Al-Thalibin dan relevansinya terhadap budaya pamer di Media Sosial

Rahayu, Eka Galih (2026) Penafsiran ayat-ayat tabarruj menurut KH. Ahmad Sanusi dalam Tafsir Malja’ Al-Thalibin dan relevansinya terhadap budaya pamer di Media Sosial. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
1_Cover.pdf

Download (232kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2_Abstrak.pdf

Download (235kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
3_Daftar Isi.pdf

Download (238kB) | Preview
[img]
Preview
Text (CEK PLAGIARISME)
4_Cek Plagiarisme.pdf

Download (227kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
5_BAB I.pdf

Download (374kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
6_BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (391kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
7_BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (297kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
8_BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (495kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
9_BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (268kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
10_Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (252kB) | Request a copy
[img] Text (LAMPIRAN)
11_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (184kB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya fenomena budaya pamer (showing off) di media sosial yang mendorong perubahan cara individu merepresentasikan dirinya di ruang publik digital. Fenomena tersebut menimbulkan berbagai persoalan etis yang memiliki keterkaitan dengan konsep tabarruj dalam Al-Qur'an. Salah satu mufasir Nusantara yang memberikan perhatian terhadap konsep tersebut adalah KH. Ahmad Sanusi melalui Tafsir Malja’ al-Thalibin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penafsiran KH. Ahmad Sanusi terhadap ayat-ayat tabarruj serta mengkaji relevansinya terhadap budaya pamer di media sosial. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data primer penelitian adalah Tafsir Malja’ al-Thalibin karya KH. Ahmad Sanusi, sedangkan sumber data sekunder berasal dari kitab tafsir, buku, artikel ilmiah, serta berbagai literatur yang berkaitan dengan tafsir, etika Islam, media sosial, dan budaya digital. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif-analitis dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu'i). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran KH. Ahmad Sanusi terhadap QS. al-Ahzab [33]: 33, QS. an-Nur [24]: 31, dan QS. an-Nur [24]: 60 memaknai tabarruj tidak hanya sebagai perilaku mempertontonkan perhiasan atau kecantikan, tetapi sebagai setiap bentuk representasi diri yang bertujuan menarik perhatian secara berlebihan dan berpotensi mengurangi kehormatan ('iffah) seorang Muslim. Penafsiran tersebut menekankan aspek moral, pengendalian diri, serta orientasi perilaku dalam berinteraksi di ruang publik. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi dengan fenomena budaya pamer di media sosial yang ditandai oleh praktik self-presentation, pencarian validasi sosial, serta kecenderungan mengejar popularitas melalui konten digital. Penelitian ini menegaskan bahwa tidak semua aktivitas di media sosial dapat dikategorikan sebagai tabarruj, melainkan harus dipahami berdasarkan niat, tujuan, konteks, dan dampak sosial yang ditimbulkan. Penelitian ini juga menemukan bahwa penafsiran KH. Ahmad Sanusi memiliki kontribusi konseptual dalam pengembangan etika digital Muslim. Berdasarkan sintesis terhadap keseluruhan penafsiran beliau, penelitian ini merumuskan lima prinsip etika bermedia sosial, yaitu menjaga orientasi niat, memelihara 'iffah, menghindari representasi diri yang berlebihan, mengutamakan kemaslahatan dibandingkan popularitas, serta bertanggung jawab terhadap jejak digital dan dampak sosial setiap unggahan. Penelitian ini menunjukkan bahwa Tafsir Malja’ al-Thalibin tidak hanya memiliki nilai historis sebagai karya tafsir Nusantara, tetapi juga menawarkan kerangka etika representasi diri digital yang relevan dengan perkembangan masyarakat kontemporer.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Tabarruj; Tafsir Malja’ al-Thalibin; Etika Digital.
Subjects: Islam Umum
Al-Qur'an (Al Qur'an, Alquran, Quran) dan Ilmu yang Berkaitan
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Eka Galih Rahayu
Date Deposited: 25 Sep 2026 08:36
Last Modified: 25 Sep 2026 08:36
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/143240

Actions (login required)

View Item View Item