Athaillah, Muhammad Farhan (2026) Analisis yuridis terhadap penerapan sema no. 3 tahun 2023 tentang alasan perceraian: Studi putusan pengadilan tinggi agama no. 128/PDT.G/2024/PTA.BDG. Masters thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
1_cover (1).pdf Download (153kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
3_abstrak.pdf Download (349kB) | Preview |
|
|
Text (SUKET BEBAS PLAGIASI)
SK Plagiasi .pdf Download (472kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
4_daftarisi.pdf Download (77kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
5_bab1.pdf Download (448kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (667kB) |
||
|
Text (BAB III)
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (132kB) |
||
|
Text (BAB IV)
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (371kB) |
||
|
Text (BAB V)
9_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (51kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
10_daftarpustaka.pdf Download (131kB) | Preview |
|
|
Text (LAMPIRAN)
11_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Perkawinan menurut UU No. 1 Tahun 1974 bertujuan membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Namun, tingginya perceraian akibat perselisihan dan pertengkaran terus-menerus mendorong Mahkamah Agung menerbitkan SEMA Nomor 3 Tahun 2023 sebagai pedoman bagi hakim dalam menilai indikator broken marriage. Penerapannya menimbulkan dinamika dalam praktik peradilan agama, khususnya ketika pengadilan tingkat banding membatalkan putusan pengadilan tingkat pertama. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk menganalisi dan mengkaji, pertama, duduk perkara dalam putusan Pengadilan Tinggi Agama Bandung No. 128/Pdt.G/2024/PTA.Bdg. Kedua, Dasar Pertimbangan hukum hakim mengenai alasan perceraian, dan Ketiga, Penerapan SEMA No. 3 Tahun 2023 dalam Putusan tersebut. Kerangka pemikiran penelitian ini menggunakan teori kepastian hukum, keadilan, disparitas putusan, pertimbangan hakim, pembuktian, dan pembaruan hukum, serta maslahatul mursalah. Teori-teori tersebut digunakan untuk menganalisis penerapan SEMA Nomor 3 Tahun 2023 dalam Putusan Pengadilan Tinggi Agama Nomor 128/Pdt.G/2024/PTA.Bdg. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian yuridis normatif, dan juga content analysis dengan metode analisis deskriptif. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui studi kepustakaan. Data primer dalam penelitian ini diperoleh dari bahan hukum primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data meliputi studi dokumenter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: duduk perkara dalam Putusan Nomor 128/Pdt.G/2024/PTA.Bdg berfokus pada penilaian apakah perselisihan para pihak telah memenuhi alasan perceraian. Sebagai judex facti, Pengadilan Tinggi Agama Bandung menilai kembali fakta dan alat bukti, dengan mempertimbangkan bahwa komunikasi dan hubungan biologis masih berlangsung, suami masih memberikan nafkah, masa pisah belum mencapai enam bulan, serta tidak ditemukan KDRT. Penerapan SEMA Nomor 3 Tahun 2023 dilakukan dengan menggunakan indikator broken marriage sebagai pedoman interpretasi dalam menilai alasan perceraian. Berdasarkan indikator tersebut, Majelis Hakim menyimpulkan bahwa rumah tangga para pihak belum dapat dikategorikan mengalami keretakan yang bersifat permanen sehingga gugatan perceraian tidak memenuhi syarat untuk dikabulkan.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | SEMA No. 3 Tahun 2023; Alasan Perceraian; Pengadilan Tinggi Agama |
| Subjects: | Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > Hukum Keluarga dan Hukum Perkawinan, Pernikahan menurut Islam Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam > Perceraian Menurut Islam Private Law > Domestic Relations, Family Law, Marriage |
| Divisions: | Pascasarjana Program Magister > Program Studi Hukum Keluarga |
| Depositing User: | MUHAMMAD FARHAN ATHAILLAH MUHAMMAD FARHAN ATHAILLAH |
| Date Deposited: | 06 Nov 2026 07:35 |
| Last Modified: | 06 Nov 2026 07:35 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/145166 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




