Rojudin, Rojudin (2025) Sorban dalam perspektif hadis: Kajian simbolisme dan praktik dalam tradisi Islam. Masters thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
1_over.pdf Download (119kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
2_abstrak.pdf Download (192kB) | Preview |
|
|
Text (SK BEBAS PLAGIARISME)
3_skbebasplagiarisme.pdf Download (356kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
4_daftariisi.pdf Download (95kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
5_bab1.pdf Download (367kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
6_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (386kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB III)
7_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (261kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB IV)
8_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (942kB) | Request a copy |
||
|
Text (BAB V)
9_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (131kB) | Request a copy |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
10_daftarpustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (215kB) | Request a copy |
||
|
Text (LAMPIRAN)
11_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (306kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini mengkaji sorban (al-‘imāmah/al-‘amāmah) dalam perspektif hadis dengan menempatkannya sebagai busana yang memiliki dimensi teks (hadis dan syarah), dimensi praktik (variasi pemakaian), dan dimensi simbol (identitas serta komunikasi sosial). Berangkat dari perbedaan pandangan ulama mengenai status sorban serta kuatnya daya simbolik sorban pada masyarakat Muslim, penelitian ini bertujuan: (1) memetakan gambaran penggunaan sorban oleh Nabi Muhammad ﷺ berdasarkan hadis sahih dan hasan; (2) menelusuri makna simbolis sorban melalui hadis, syarah ulama, serta praktik komunitas; (3) menilai pandangan fikih dan syarah mengenai status hukum sorban beserta batasan agar tidak jatuh pada libās al-syuhrah; dan (4) membaca ragam bentuk serta cara bersorban beserta relevansinya pada kehidupan Muslim masa kini. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan hadis sebagai landasan utama melalui takhrij, kritik sanad, dan kritik matan, lalu diperkaya pendekatan historis-antropologis, semiotik, dan fenomenologis untuk menangkap makna dan pengalaman pemakainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sorban memiliki jejak yang jelas dalam hadis sebagai bagian dari busana Nabi pada peristiwa sosial, ibadah, dan momen publik, sekaligus menampilkan variasi praktik (misalnya sorban hitam, cara menjulurkan ujung sorban, dan pembahasan mengusap sorban ketika wudu). Analisis syarah dan fikih mengarahkan pada pembedaan riwayat yang bersifat deskriptif dan riwayat yang bernilai tuntunan adab; karena itu sorban lebih tepat dipahami sebagai kebiasaan berpakaian yang tidak bersifat wajib universal, dengan penekanan pada adab, proporsionalitas, dan penghindaran sikap berlebih-lebihan. Sejalan dengan itu, sebagian ulama kontemporer mengategorikannya sebagai sunnah ‘ādiyyah (kebiasaan), bukan sunnah tasyri‘iyyah (pensyariatan), sehingga penerapannya dapat menyesuaikan kebudayaan setempat selama tidak melanggar prinsip syariat.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | sorban; hadis; simbolisme; busana Islam; living hadis |
| Subjects: | Islam > Hadith Islam > Study of Text of Hadith Al-Hadits dan yang Berkaitan Al-Hadits dan yang Berkaitan > Ilmu Hadits Al-Hadits dan yang Berkaitan > Cerita-cerita Hadits |
| Divisions: | Pascasarjana Program Magister > Program Studi Ilmu Hadits |
| Depositing User: | Rojudin Rojudin |
| Date Deposited: | 07 Jan 2026 06:51 |
| Last Modified: | 07 Jan 2026 06:51 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/127200 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



