Susanti, Susanti (2026) Penerapan model pembelajaran Bounded Inquiry Laboratory (BIL) untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik pada materi gelombang bunyi. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
|
Text (COVER)
Judul.pdf Download (63kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
abstrak.pdf Download (24kB) | Preview |
|
|
Text (LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH)
Lembar Pernyataan Keaslian Karya Ilmiah.pdf Download (413kB) | Preview |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
Daftar Isi.pdf Download (71kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
Bab I.pdf Download (258kB) | Preview |
|
|
Text (BAB II)
Bab II.pdf Restricted to Registered users only Download (766kB) |
||
|
Text (BAB III)
Bab III.pdf Restricted to Registered users only Download (367kB) |
||
|
Text (BAB IV)
Bab IV.pdf Restricted to Registered users only Download (676kB) |
||
|
Text (BAB V)
Bab V.pdf Restricted to Registered users only Download (115kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (179kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
Keterampilan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan abad ke-21 yang diperlukan peserta didik dalam menganalisis informasi, memecahkan masalah, dan menarik kesimpulan secara logis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan model pembelajaran Bounded Inquiry Laboratory (BIL) dan Problem Based Learning (PBL), serta mengetahui perbedaan keterampilan berpikir kritis peserta didik pada materi gelombang bunyi. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain pretest-posttest non-equivalent control group design. Sampel penelitian terdiri atas 35 peserta didik kelas eksperimen yang menggunakan model BIL dan 35 peserta didik kelas kontrol yang menggunakan model PBL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan model BIL selama tiga pertemuan memperoleh rata-rata aktivitas guru sebesar 97% dan aktivitas peserta didik sebesar 94%, sedangkan model PBL memperoleh rata-rata aktivitas guru sebesar 97% dan aktivitas peserta didik sebesar 96%, seluruhnya termasuk kategori sangat baik. Peningkatan keterampilan berpikir kritis berdasarkan nilai N-gain pada kelas BIL memperoleh rata-rata sebesar 0,72 dengan kategori tinggi, sedangkan kelas PBL sebesar 0,63 dengan kategori sedang. Hasil uji hipotesis menggunakan uji Mann-Whitney memperoleh nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis peserta didik antara model BIL dan PBL pada materi gelombang bunyi, dengan peningkatan pada kelas BIL lebih tinggi dibandingkan kelas PBL. Model BIL dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran fisika untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik pada materi gelombang bunyi.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Bounded Inquiry Laboratory; Keterampilan berpikir kritis; Phypox; Problem Based Learning |
| Subjects: | Education > Research and Statistical Methods Educational Institutions, Schools and Their Activities > Teaching |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Program Studi Pendidikan Fisika |
| Depositing User: | Susanti |
| Date Deposited: | 03 Sep 2026 04:15 |
| Last Modified: | 03 Sep 2026 04:15 |
| URI: | https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/140567 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |



