Analisis transformasi eksistensial tokoh Otto dalam film "A Man Called Otto" perspektif filsafat cinta Erich fromm

Mubarok, Muhammad ikhbal alfi (2026) Analisis transformasi eksistensial tokoh Otto dalam film "A Man Called Otto" perspektif filsafat cinta Erich fromm. Sarjana thesis, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

[img]
Preview
Text (COVER)
COVER.pdf

Download (71kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (94kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BEBAS PLAGIASI)
BEBAS PLAGIASI.pdf

Download (227kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI.pdf

Download (55kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
BAB I.pdf

Download (195kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (317kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (175kB)
[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (726kB)
[img] Text (BAB V)
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (32kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (182kB)

Abstract

Kehilangan orang yang dicintai dapat mengubah cinta menjadi keterikatan terhadap masa lalu dan memicu krisis eksistensial, sebagaimana dialami Otto dalam film A Man Called Otto setelah kematian istrinya, Sonya. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi eksistensial Otto melalui filsafat cinta Erich Fromm serta menjelaskan cinta matang, cinta neurotik, objek cinta, dan orientasi karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis dokumen dan studi literatur. Data film dikumpulkan melalui pengamatan dan dokumentasi adegan, kemudian diseleksi dan dianalisis menggunakan analisis isi kualitatif berdasarkan perspektif filsafat cinta Erich Fromm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cinta matang merupakan kemampuan aktif yang diwujudkan melalui perhatian, tanggung jawab, penghormatan, dan pengetahuan. Setelah Sonya meninggal, cinta Otto berkembang menjadi ketergantungan, pengidolaan, dan keterikatan sentimental. Perjumpaan dengan Marisol, Malcolm, dan warga membuka kembali kemampuannya untuk mencintai. Cinta kepada Sonya tidak digantikan, tetapi diperluas menjadi cinta persaudaraan dan penghargaan terhadap kehidupannya sendiri. Perubahan tersebut menunjukkan pergeseran menuju orientasi yang lebih produktif serta transformasi dalam cara Otto memahami diri, menghadapi kehilangan, membangun hubungan, dan memaknai kehidupan. Dengan demikian, cinta menjadi jalan transformasi eksistensial melalui pengarahan kembali kemampuan mencintai kepada kehidupan yang masih berlangsung.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Transformasi Eksistensial; Filsafat Cinta; Erich Fromm; A Man Called Otto; Cinta Produktif; Cinta Neurotik
Subjects: Theory of Philosophy
Humankind > Love
Psychology
Public Performances > Film Reviews
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Program Studi Aqidah Filsafat
Depositing User: Muhammad Ikhbal Alfi Mubarok
Date Deposited: 21 Sep 2026 01:38
Last Modified: 21 Sep 2026 01:38
URI: https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/142704

Actions (login required)

View Item View Item